kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.028.000   16.000   0,53%
  • USD/IDR 16.814   -85,00   -0,50%
  • IDX 8.396   124,32   1,50%
  • KOMPAS100 1.183   18,77   1,61%
  • LQ45 848   12,48   1,49%
  • ISSI 300   4,67   1,58%
  • IDX30 445   8,19   1,88%
  • IDXHIDIV20 530   8,41   1,61%
  • IDX80 132   1,86   1,43%
  • IDXV30 145   1,60   1,12%
  • IDXQ30 143   2,42   1,73%

Selama semester I 2011, pasokan kamar hotel di Bali tumbuh 7%


Senin, 01 Agustus 2011 / 21:46 WIB
Selama semester I 2011, pasokan kamar hotel di Bali tumbuh 7%
ILUSTRASI. Hingga 15 Oktober 2020, sebanyak 224 pemegang polis korporasi sepakat mengikuti program restrukturisasi polis Jiwasraya.


Reporter: Maria Rosita | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Lembaga riset PT Wilson Properti Advisindo (Knight Frank) merilis hasil riset properti terbarunya yang diadakan di Pulau Dewata baru-baru ini. Knight Frank mencatat, total pasokan kamar hotel di Bali di sepanjang semester I mencapai 20.275 unit.

Menurut Fakky Ismail Hidayat, Senior Associate Director Advisory & Investment Knight Frank, angka itu naik 7% dibandingkan periode sama tahun lalu yang hanya sebanyak 18.917 kamar. Adapun pasokan dari Hotel bintang lima mendominasi sebanyak 9.743 kamar atau 48%.

Menurut dia, pasar hotel di Pulau Dewata masih manis kendati santer soal moratorium hotel tahun ini. Adapun sampai akhir tahun lalu, pasokan yang tercatat sekitar 19.110 kamar hotel. Fakky meramalkan, pasokan baru semester II-2011 hingga 2013 berjumlah 4.362 kamar.

"Pasar hotel bagus didukung komitmen perbaikan infrastruktur. Contohnya, perluasan bandara (Ngurah Rai) dan akses dari Nusa Dua ke bandara. Hal itu menstimulasi pertumbuhan hotel maupun kondominium hotel," kata Fakky kepada KONTAN. Menurut dia, okupansi hotel rata-rata di Bali di atas 70% sampai akhir tahun.

Fakky menambahkan, hotel bintang empat bakal mendominasi pasokan di masa mendatang. Di Sanur, misalnya, mencapai 881 kamar hotel bintang empat. Sedangkan bintang lima, Legian masih mendominasi dengan pasokan sekitar 351 kamar.

Lebih lanjut tarif kamar hotel bintang tiga sampai bintang lima tumbuh 3,7% saban tahun sejak 2007. Bahkan, untuk bintang lima, kenaikan tarif mencapai 9% pada semester I dibandingkan periode sama di tahun lalu. "Sementara bintang empat dan bintang tiga naiknya masing-masing 2% dan 4%," sambung dia.

Menurut Fakky, rata-rata tarif bintang lima sekitar US$ 169,3 atau sekitar Rp 1,47 juta per malam. Selanjutnya bintang empat sekitar US$ 90,99 per malam. Dia berpandangan, pertumbuhan ekonomi yang membaik serta ekonomi global yang bagus membuat Bali tetap menjadi tujuan wisata dan daya tarik wisatawan lokal hingga mancanegara.

"Tingkat hunian bakal terus meningkat sampai akhir tahun dengan adanya libur Lebaran, Natal, dan Tahun Baru. Nah, dengan adanya pasokan baru, hotel lama akan \'tertekan\' untuk berenovasi, supaya bisa lebih kompetitif dari harga dan kualitas," jelas Fakky.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×