kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.835   -41,00   -0,23%
  • IDX 6.375   97,87   1,56%
  • KOMPAS100 833   11,37   1,38%
  • LQ45 633   7,57   1,21%
  • ISSI 221   4,34   2,00%
  • IDX30 351   3,57   1,03%
  • IDXHIDIV20 434   1,47   0,34%
  • IDX80 95   1,26   1,34%
  • IDXV30 119   0,20   0,17%
  • IDXQ30 112   0,55   0,49%

Selaras Citra Nusantara Perkasa Kucurkan Rp 75 M untuk Ekspansi Fasilitas Produksi


Rabu, 23 September 2026 / 17:02 WIB
Selaras Citra Nusantara Perkasa Kucurkan Rp 75 M untuk Ekspansi Fasilitas Produksi
ILUSTRASI. Pabrik PT Selaras Citra Nusantara Perkasa (KONTAN/Agung Hidayat)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - BOGOR. PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk (SCNP) memperkuat ekspansi bisnis melalui pengembangan fasilitas produksi baru untuk memperbesar kapasitas manufaktur sekaligus membuka peluang penambahan pelanggan dan produk.

Direktur Keuangan SCNP Donny T Herwindo mengatakan, perusahaan saat ini tengah membangun fasilitas produksi coating dan stamping yang akan digunakan untuk mendukung produksi komponen home appliance, khususnya inner pot rice cooker dan cookware.

SCNP sendiri menanamkan investasi sebesar Rp 75 miliar untuk membangun fasilitas produksi tersebut, yang mencakup pembangunan dua gedung, yakni gedung A untuk fasilitas stamping dan gedung B untuk coating. 

Baca Juga: Pendanaan ke Sektor Teknologi Kesehatan Makin Masif, Begini Prospeknya

Selain mesin dan bangunan, investasi juga mencakup fasilitas pendukung seperti kompresor, generator, gas, hingga water treatment untuk memastikan pengelolaan limbah dari proses produksi tetap ramah lingkungan.

“Jadi tahun ini, tahun 2026 ini kita berinvestasi di produksi coating dan stamping. Coating dan stamping itu digunakan untuk memproduksi inner pot dari rice cooker. Kemudian untuk memproduksi cookware. Cookware itu seperti penggorengan anti lengket, teflon, itu digunakan untuk itu,” ujarnya, saat dijumpai di pabrik SCNP Cileungsi, Bogor pada Rabu (23/9).

Lewat pengembangan fasilitas baru ini, SCNP berupaya untuk menarik lebih banyak brand internasional agar memproduksi produknya di Indonesia. Salah satunya adalah penjajakan kerja sama dengan salah satu brand Eropa untuk memproduksi rice cooker di dalam negeri.

Ia menyebut, progres pembangunan dan instalasi mesin telah mencapai sekitar 85%. Rencananya, fasilitas anyar ini dapat mulai beroperasi pada bulan November mendatang. Selain rice cooker, SCNP juga melihat peluang dari produksi cookware. Sejumlah brand disebut telah melakukan kunjungan untuk menjajaki produksi cookware di fasilitas SCNP, yang sebelumnya masih mengandalkan produk impor.

“Begitu tahu SCNP sebagai perusahaan yang memang sudah membuat brand-brand internasional yang terpercaya secara kualitas dan juga terpercaya secara tata kelola perusahaan karena memang kita perusahaan Tbk, sehingga brand-brand besar itu datang ke kita untuk melakukan produksinya di SCNP," jelasnya.

Di sisi kinerja, Donny mengatakan penjualan SCNP hingga periode berjalan telah tumbuh 45% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Perusahaan sendiri menargetkan perolehan penjualan sebesar Rp 388 miliar di sepanjang tahun 2026, atau meningkat 61,4% dibanding realisasi 2025 sebesar Rp 240,89 miliar.

Sementara jika dibandingkan dengan business planning perseroan, realisasi penjualan hingga saat ini telah mencapai sekitar 70% dari target.

“Jadi kita masih punya waktu sampai dengan akhir Desember untuk bisa mencapai target," kata Donny.

Untuk mengejar target hingga akhir tahun, SCNP akan melanjutkan strategi penambahan pelanggan sekaligus memperluas portofolio produk. Saat ini perusahaan tengah memproses sekitar lima hingga enam calon pelanggan baru. 

Perseroan juga tengah mengembangkan produk baru bersama pelanggan yang sudah ada. Salah satu pengembangan produk yang tengah dijajaki adalah freestanding cooker atau kompor gas dengan panggangan.

Produksi produk tersebut diharapkan dapat dimulai tahun ini dan berlanjut pada 2027. Hingga akhir Juni 2026, SCNP membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 156,58 miliar, meningkat 41,75%  dari Rp 110,46 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 28,32% menjadi Rp 12,55 miliar, dibandingkan Rp 9,78 miliar pada semester I-2025.

Baca Juga: Paiton Energy Andalkan Retrofit, Hitung Dampak Tambahan Pembangkit Gas 10 GW di RUPTL

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×