kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Seluruh pelaku usaha kelapa sawit ditargetkan tersertifikasi ISPO pada 2022


Kamis, 28 Maret 2019 / 19:35 WIB


Reporter: Resya Nugraha | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) hingga saat ini gencar untuk melakukan sertifikasi pada pengusaha perkebunan sawit di Indonesia. Pada 2019 jumlah sertifikasi bertambah dari 453 menjadi 502 sertifikasi.

Ketua Sekretariat Komisi ISPO Azis Hidayat mengatakan, sertifikasi ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas dari pengelolaan perkebunan sawit di Indonesia.

"Dampaknya meningkatnya daya saing sawit Indonesia dan diakui di pasar Internasional," jelasnya dalam acara 3rd International Conference and Expo on Indonesia Sustainable Palm Oil (ICE-ISPO) di Jakarta, (28/3).

Ia juga menjelaskan, penilaian ini tidak hanya dilakukan sebatas bentuk sertifikasi. "ISPO juga sebagai alat kontrol sistem pelayanan publik pemerintah, tidak sekadar sertifikasi," jelas Azis.

"Hingga saat ini, sudah ada 722 pelaku perkebunan sawit yang ikut sertifikasi ISPO, yang sudah verifikasi 569 laporan, sedang verifikasi 14 laporan, belum verifikasi 23 laporan, sudah terbit sertifikasi 502 laporan, belum ditanggapi 7 laporan dan yang ditunda 60 laporan," tambahnya.

Menurutnya Azis, ISPO menargetkan seluruh pengusaha perkebunan sawit akan tersertifikasi pada 2022. "Target jangka panjang itu kami harapkan 2022 sudah tersertifikasi semua," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×