kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Sempat terkendala cuaca, Samindo Resources (MYOH) akan genjot kinerja di Semester II


Rabu, 28 Agustus 2019 / 20:58 WIB
ILUSTRASI. PT Samindo Resources


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Yudho Winarto

Dengan tambahan alat dan kondisi cuaca yang semakin membaik, Zaki optimistis target tersebut bisa tercapai hingga akhir tahun nanti. Apalagi, sambung Zaki, MYOH juga telah melakukan negosiasi kepada beberapa sub kontraktor untuk menambah jumlah alat-alat berat yang dioperasikan. "Kami optimistis target itu akan tercapai," ujarnya.

Baca Juga: Volume overburden removal Samindo Resources mencapai 20,4 juta BCM per Mei 2019

Sebagai informasi, sebenarnya kapasitas overburden removal MYOH mencapai 65 juta bcm. Namun, realisasi dari kapasitas tersebut bergantung dari target produksi batubara yang berkontrak dengan MYOH.

Saat ini, MYOH ini memiliki pelanggan dari anak usaha PT Indika Energy Tbk (INDY) yaitu PT Kideco Jaya Agung yang berkontribusi sekitar 98% dari seluruh pendapatan, sisanya dari Grup Bayan.

Baca Juga: Samindo Resources (MYOH) melirik proyek PLTS

Zaki bilang, kontrak Kideco masih berlangsung hingga tahun 2023. Sedangkan dengan Bayan akan berakhir pada akhir tahun ini. Untuk itu, Zaki menuturkan bahwa pihaknya tengah melakukan pendekatan, baik untuk memperpanjang kontrak dengan Bayan, maupun mencari kontrak baru.

Menurut Zaki, MYOH sejak Desember 2018 telah mengantongi Izin Usaha Pertambangan Jasa Penambangan (IUP-JP), sehingga MYOH bisa lebih leluasa dalam mencari mitra. Namun, Zaki menekankan bahwa MYOH sangat selektif untuk memilih mitra.

Ia bilang, MYOH mempertimbangkan sejumlah kriteria, khususnya mengenai keberlanjutan cadangan serta akses lokasi pertambangan. "Jadi kita nggak asal pilih kontrak, kita selektif untuk mempertimbangkan," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×