kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

September, Bulog akan genjot penjualan beras kemasan saset


Senin, 09 Juli 2018 / 22:15 WIB
ILUSTRASI. Direktur Utama BULOG Budi Waseso menunjukkan beras sachet seharga Rp 2.000 di gedung DPR


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perum Bulog akan lebih serius menjalankan bisnis beras kemasan mini alias saset pada September mendatang. Bulog memang sudah menggadang-gadang akan memulai bisnis beras saset sejak kepemimpinan Budi Waseso.

Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Perum Bulog Imam Subowo mengatakan, sebenarnya saat ini Bulog sudah menjual beras saset secara komersial ke toko-toko dan warung. Namun, jumlah beras yang dijual masih kecil atau sekitar 55 ton. Itupun hanya berupa pengenalan beras saset kepada masyarakat.

“Penjualannya paling besar ke Jawa Barat sekitar 11 ton. Ada ke Jawa Timur, Jawa Tengah, ada juga Sulawesi Selatan,” ujar Imam, Senin (9/7).

Meski sudah membeberkan kapan beras saset ini akan dipasarkan secara luas, tetapi Imam masih enggan menyebutkan berapa banyak beras saset yang akan diproduksi. Dia bilang, pihaknya masih menargetkan produk baru Bulog ini ketahui masyarakat terlebih dahulu.

“Saya mau pasar tahu lebih dulu, bukan jumlahnya. Jadi saya lihat dulu, idealnya berapa? Apakah 200 gram atau apa ada permintaan ke 300 gram. Kita lihat dulu,” tambah Imam.

Sejauh ini, Imam mengklaim masyarakat menerima beras saset ini secara positif. Bahkan, Bulog sedang menjajaki kerjasama dengan ritel modern. Imam berharap, beras saset ini dapat tersedia di mana-mana.

Imam mengakui, biaya untuk menghasilkan beras saset ini jauh lebih mahal dari beras kemasan lain, lantaran kemasannya yang lebih kecil. Namun, Imam memastikan pembuatan beras saset ini tidak merugikan Perum Bulog.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×