kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.606.000   -27.000   -1,03%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Serikat pekerja rokok duga LSM asing danai gerakan anti tembakau


Rabu, 09 Juni 2021 / 21:23 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi rokok. REUTERS/Ann Wang


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Serikat pekerja tembakau menolak keras rencana revisi PP 109/2012 yang dinilai mengancam kelangsungan hidup buruh. Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP RTMM-SPSI) Sudarto mengatakan ada keterlibatan lembaga swadaya masyarakat (LSM) asing terhadap desakan revisi PP tersebut.

“Ada indikasi keterlibatan LSM asing dalam berbagai kegiatan antirokok atau anti tembakau. Kita tahu ada dana tergulirkan untuk membiayai kampanye antirokok,” kata Sudarto dalam press rilisnya, Rabu (9/6). 

Dia mengatakan rencana revisi PP 109/2012 justru sangat mengancam keberlangsungan industri hasil tembakau. Situasi pandemi saja sudah sangat menyulitkan anggota FSP RTMM-SPSI. Sehingga revisi PP tersebut akan berdampak langsung pada berhentinya usaha dan hilangnya pekerjaan para pekerja. 

Baca Juga: Laba bersih Gunung Raja Paksi (GGRP) meroket 687,27% di kuartal I, ini pendorongnya

Keprihatinan ini yang diharapkan serikat pekerja untuk dipertimbangkan oleh pemerintah. Buruh-buruh rokok kecil jumlahnya besar. Apalagi, kata Sudarto, industri rokok bukan industri baru. Industri rokok sudah sangat lama, sudah ratusan tahun menjadi bagian sawah ladang pekerja. 

Apabila rencana revisi PP 109/2012 ini terus dilanjutkan, para pekerja di IHT tidak mendapatkan jaminan kepastian dan perlindungan untuk bekerja dan mempertahankan sumber pendapatannya. 

“Keterlibatan tenaga kerja yang cukup besar, petani yang cukup besar, hendaknya menjadi perhatian,” pungkasnya.

Selanjutnya: Kembangkan bisnis kendaraan listrik, NFC Indonesia dan SiCepat bentuk usaha patungan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×