kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Setelah tertekan, laba bersih Bukit Asam naik 33%


Minggu, 20 Juli 2014 / 21:42 WIB
ILUSTRASI. Pemerintah tidak melakukan pembatasan pembelian elpiji 3 kg di 2023. KONTAN/Baihaki


Reporter: Veri Nurhansyah Tragistina | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Setelah terus tertekan dalam beberapa periode terakhir, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) akhirnya berhasil membukukan pertumbuhan kinerja keuangan.

Di semester I 2014, PTBA membukukan kenaikan laba bersih 33% menjadi Rp 1,16 triliun dibandingkan perolehan periode sama tahun lalu yang Rp 870 miliar. Kenaikan laba ditopang oleh performa pendapatan PTBA yang naik 18% menjadi Rp 6,43 triliun, dari semester I 2013 yang Rp 5,43 triliun.

Joko Pramono, Sekretaris Perusahaan PTBA mengatakan, kenaikan laporan keuangan merupakan imbas positif dari pertumbuhan volume penjualan batubara. Di semester I 2014, volume penjualan PTBA naik menjadi 8,83 juta ton, dari periode sama 2013 yang 8,74 juta ton.

Satu hal yang tidak disangka adalah PTBA berhasil mendapatkan harga jual rata-rata batubara yang lebih tinggi 17% menjadi Rp 726.766 per ton di semester I 2014 dibandingkan periode sama tahun lalu yang Rp 621.792 ton.

"Pada semester I 2014, PTBA tetap mencapai EBITDA margin 26% dengan net profit margin sebesar 18%, atau naik 2% dibandingkan net profit margin periode sama tahun lalu," jelas Joko dalam keterangan resminya, Minggu (20/7).

Dari sisi produksi, PTBA berhasil mencatatkan volume sebesar 7,7 juta ton, naik 16% dibandingkan semester I 2013 yang 6,66 juta ton. Di sisi lain, nisbah kupas (strip ratio) PTBA di semester I 2014 tercatat 4,07 kali atau lebih rendah dari periode sama 2013 yang 4,21 kali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×