kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 -1,49%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Siapkan dana Rp 143 miliar, ITMA akan akuisisi perusahaan sektor ketenagalistrikan


Rabu, 18 November 2020 / 15:05 WIB
Siapkan dana Rp 143 miliar, ITMA akan akuisisi perusahaan sektor ketenagalistrikan
ILUSTRASI. PT?Sumber Energi Andalan Tbk (ITMA)


Reporter: Dimas Andi | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sumber Energi Andalan Tbk (ITMA) mengambil ancang-ancang untuk pengembangan bisnis dalam waktu dekat. Rencananya, ITMA hendak melakukan akuisisi terhadap perusahaan di sektor ketenagalistrikan.

Direktur Utama Sumber Energi Andalan Rocky Oktanso Sugih menyampaikan, saat ini pihaknya sedang mengkaji akuisisi perusahaan yang bergerak di sektor ketenagalistrikan. Sudah ada beberapa calon perusahaan di sektor tersebut. Beberapa di antaranya fokus pada pembangkit listrik berbasis uap, gas, hingga biomassa.

Namun, ia belum bisa memastikan secara rinci kapan agenda akuisisi tersebut akan dilaksanakan. Terlepas dari itu, ia menegaskan bahwa ITMA sangat selektif menentukan perusahaan sektor ketenagalistrikan mana yang layak untuk diakuisisi di masa mendatang.

“Tentunya kriteria perusahaan yang akan diakuisisi itu dapat memberi nilai tambah kepada kami atau mampu memberi dampak langsung terhadap kinerja,” ungkap dia dalam paparan publik virtual, Rabu (18/11).

Yang terang, ITMA telah menyiapkan pendanaan untuk agenda akuisisi tersebut sebesar Rp 143 miliar. Dana tersebut diperoleh berkat hasil Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue yang dilakukan ITMA pada Oktober 2019 silam.

Baca Juga: Hilirisasi akan jadi kunci optimalisasi pemanfaatan hasil tambang minerba

Rocky menyebut, tidak menutup kemungkinan ITMA bakal berencana mencari pendanaan lagi apabila dibutuhkan demi merealisasikan agenda bisnis perusahaan tersebut. Akan tetapi, untuk sementara ITMA belum menentukan sumber pendanaan lain yang bersifat alternatif.

“Belum kami tentukan sifat pendanaannya, apakah dalam bentuk raise fund ke publik atau pinjaman institusi lainnya,” imbuh dia.

Di luar itu, ITMA tetap fokus menjalankan bisnis jasa konsultasi di bidang pertambangan. Termasuk di dalamnya mencari kontrak-kontrak baru di sektor tersebut.

ITMA juga tetap melanjutkan kepemilikan saham 30% di perusahaan infrastruktur batu bara yakni PT Mitratama Perkasa. Manajemen ITMA dipastikan belum memiliki rencana untuk menambah kepemilikan saham di Mitratama Perkasa dalam waktu dekat.

Sebagai informasi, ITMA membukukan pendapatan usaha sebesar US$ 55.478 hingga kuartal III-2020 atau meningkat 824,63% (yoy) dibandingkan realisasi pendapatan usaha di kuartal III-2019 sebesar US$ 6.000. Adapun laba bersih ITMA per kuartal III-2020 mencapai US$ 7,53 juta atau lebih rendah 8,38% (yoy) dibandingkan laba bersih perusahaan di kuartal III-2019 sebesar US$ 7,99 juta.

Selanjutnya: Ingin distop Jokowi, bagaimana prospek ekspor batubara ke depan?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×