kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Sierad Produce merugi Rp 354,93 miliar di tahun 2017


Jumat, 27 April 2018 / 20:11 WIB
Sierad Produce merugi Rp 354,93 miliar di tahun 2017
ILUSTRASI. Rumah Pemotongan Ayam PT Sierad Produce Tbk di Parung


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sierad Produce Tbk berhasil mencatat penjualan bersih sebesar Rp 2,45 triliun pada tahun 2017. Angka ini meningkat 0,95% dibandingkan tahun sebelumnya yakni sebesar Rp 2,47 triliun. Kendati begitu, emiten ini merugi di tahun lalu.

Direktur Utama Sierad Produce Tommy Wattimena mengatakan, pertumbuhan penjualan tahun lalu tergolong kecil lantaran Sierad Produce tidak terlalu fokus mengejar pertumbuhan penjualan.

“Tahun lalu naik 1% karena banyak yang konsolidasi. Ada juga pengaruh harga dollar dan sebagainya. Tahun lalu juga kita memperluas farm. Tahun lalu memang kita tidak mengejar growing. Karena itu tahun ini kita harap kinerja meningkat,” ujar Tommy, Jumat (27/4).

Kenaikan penjualan bersih ini didorong oleh peningkatan volume penjualan segmen ayam potong. Pasalnya, penjualan segmen ayam potong pada 2017 sebesar Rp 367 miliar atau naik 78% dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan penjualan ini dikarenakan adanya penambahan volume penjualan dari customer existing dan penambahan customer baru.

Kenaikan penjualan juga merupakan kontribusi segmen pakan ternak dan kemitraan. Penjualan segmen pakan ternak pada 2017 sebesar Rp 1,2 triliun dan penjualan segmen kemitraan meningkat sebesar Rp 12 miliar.

Meski penjualan meningkat, namun perusahaan ini mencatat rugi Rp 354,93 miliar, sementara tahun lalu perusahaan ini mencatat laba usaha Rp 13,05 miliar.

Terdapat beberapa kendala yang dihadapi perusahaan ini. Mulai dari ancaman penyakit, harga DOC yang cenderung mengalami fluktuasi juga permintaan daging ayam broiler yang tidak stabil sepanjang tahun. Tak hanya itu, ada pula kendala pada pasokan dan fluktuasi harga bahan baku seperti jagung dan bungkil kedelai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×