kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Siloam (SILO) Telah Lakukan 500 Transplantasi Ginjal, Siap Ekspansi Rumahsakit


Minggu, 15 Februari 2026 / 14:35 WIB
Siloam (SILO) Telah Lakukan 500 Transplantasi Ginjal, Siap Ekspansi Rumahsakit
ILUSTRASI. gagal ginjal (dok./Kontan)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Siloam Asri Hospitals, anak usaha PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), menyiapkan agenda ekspansi untuk memperkuat layanan transplantasi ginjal yang dikembangkan hampir satu dekade terakhir. Salah satu yang menjadi fokus utama adalah perluasan kapasitas rumah sakit yang ditargetkan rampung pada 2027 mendatang. 

Sebagaimana diketahui, Siloam Asri Hospitals berhasil mencatatkan 500 tindakan transplantasi ginjal, yang menjadikannya pusat transplantasi ginjal swasta dengan volume terbanyak berstandar internasional di Indonesia.

Dengan tingkat keberhasilan pascaoperasi yang melampaui rata-rata rumah sakit Eropa fungsi ginjal mencapai 97,9% dalam satu tahun dan 95,7% dalam lima tahun (dibandingkan 96,7% dan 88,1% berdasarkan European Renal Association Registry Annual Report 2020), layanan transplantasi ginjal di Siloam Asri Hospitals menjadi salah satu center of excellence yang memperkuat posisi rujukan nasional dan regional.

Baca Juga: Mayapada Healthcare (SRAJ) Resmikan Pusat Layanan Jantung Terpadu di Surabaya

Keberhasilan transplantasi ginjal ke-500 dicapai pada pertengahan Januari 2026. Capaian ini mencerminkan konsistensi investasi Siloam dalam pengembangan tim multidisiplin, infrastruktur, tata kelola klinis, serta sistem patient registry terstruktur yang memungkinkan pemantauan jangka panjang donor dan resipien.

Chief Medical Officer Siloam International Hospitals, Grace Frelita, menyampaikan,  kebutuhan transplantasi ginjal di Indonesia masih sangat tinggi. Namun, pengembangan layanan ini tidak bisa dilakukan secara instan karena membutuhkan tim multidisiplin yang solid, mulai dari dokter bedah urologi, nefrolog, hingga anestesi dan perawat terlatih.

“Keinginan untuk memperluas layanan tentu ada, karena kebutuhan transplant itu besar. Tapi membentuk tim transplantasi tidak mudah. Kami harus memastikan kesiapan tim bedah, nefro, anestesi, hingga perawatnya,” ujar Grace, usai acara Keberhasilan Pencapaian 500 Transplantasi Ginjal Siloam Hospitals Asri, pada Sabtu (14/2). 

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Siloam Asri akan memperluas fasilitas fisik rumah sakit. Saat ini, kapasitas dinilai sudah tidak lagi memadai untuk pertumbuhan layanan transplantasi ginjal yang terus meningkat.

Ekspansi ini ditargetkan meningkatkan kapasitas hampir 2,5 kali lipat dibandingkan kondisi saat ini. 

Dia menyebut, proses pembebasan lahan telah dilakukan, desain proyek juga telah rampung, dan tinggal memasuki tahap konstruksi.

Baca Juga: Lewat Platform Terpadu, Lark Perkuat Kolaborasi dan Efisiensi Bisnis

“Kalau semuanya berjalan lancar, targetnya selesai akhir 2027. Tahun 2026 ini masih tahap persiapan,” tambahnya.

Tak hanya memperbesar kapasitas fisik, perusahaan juga mendorong penguatan kompetensi SDM. Siloam Asri secara aktif mengembangkan tim melalui program pelatihan dan pengiriman tenaga medis untuk mengikuti pendidikan dan training, baik di dalam maupun luar negeri.

Selain itu, digitalisasi menjadi pilar penting dalam pengembangan layanan. Salah satunya adalah penggunaan teknologi robotik untuk operasi dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) yang sedang dikembangkan secara bertahap.

Sebagai pionir transplantasi ginjal di rumah sakit swasta, Siloam Asri menekankan bahwa keunggulan tidak hanya diukur dari volume tindakan, tetapi juga dari hasil klinis dan kualitas hidup pasien pasca transplantasi.

Dengan ekspansi kapasitas hingga 2027 dan penguatan teknologi serta SDM,  pihaknya menargetkan dapat meningkatkan akses layanan urologi dan transplantasi ginjal di dalam negeri, sekaligus memperkuat posisinya sebagai pusat transplantasi ginjal swasta berstandar internasional.

Selanjutnya: Ngabuburit Sambil Lapor Pajak! Dirjen Pajak Antisipasi Lonjakan di Ramadan

Menarik Dibaca: HP Android Bebas Iklan 2026: Rasakan Nyaman Tanpa Gangguan!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×