kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.004,12   8,15   0.82%
  • EMAS974.000 0,72%
  • RD.SAHAM -1.86%
  • RD.CAMPURAN -0.70%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Simak Pandangan Pengamat Terkait Prospek Kinerja TOWR di Tahun Ini


Minggu, 16 Januari 2022 / 20:30 WIB
Simak Pandangan Pengamat Terkait Prospek Kinerja TOWR di Tahun Ini
ILUSTRASI. Perusahaan menara dan infrastruktur telekomunikasi PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)


Reporter: Dimas Andi | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) berpeluang meraih kinerja yang mumpuni di tahun 2022 usai mengakuisisi saham PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR). Pengamat pun menilai, saham TOWR layak diperhitungkan oleh investor secara jangka panjang.

Sebagai informasi, pada Oktober lalu TOWR melalui anak usahanya, PT Profesional Komunikasi Indonesia (Protelindo), mengakuisisi 94,03% saham SUPR dengan nilai Rp 16,7 triliun.

Berkat akuisisi tersebut, maka jumlah menara TOWR akan bertambah menjadi lebih dari 28.000 menara, total penyewa hampir 53.000 tenant, level tenancy ratio mendekati 1,9 kali, hingga bertambahnya jaringan fiber optik mencapai hampir 75.000 km. Dari sisi finansial, TOWR berpeluang memperoleh tambahan pendapatan lebih dari Rp 2 triliun di tahun ini, serta EBITDA naik hampir Rp 1,9 triliun.

Baca Juga: Kinerja Sarana Menara (TOWR) Diprediksi Moncer Tahun Ini Usai Akuisisi Saham SUPR

Pengamat Pasar Modal dari Asosiasi Analis Efek Indonesia Reza Priyambada menyampaikan, akuisisi yang dilakukan oleh TOWR tentu akan berdampak pada peningkatan pangsa pasar emiten ini di industri menara Indonesia. Hal ini jelas menguntungkan bagi TOWR mengingat industri menara hadir untuk mendukung industri lainnya yaitu telekomunikasi. Kebutuhan akan menara semakin tinggi seiring masifnya penetrasi jaringan internet yang dilakukan oleh perusahaan telekomunikasi.

"Para pemain telekomunikasi yang ingin perbesar pasar jelas membutuhkan infrastruktur, salah satunya adalah menara, " ungkap Reza, Minggu (16/1).

Dari sisi harga saham, sebenarnya saham TOWR sedang dalam tren menurun di awal tahun ini. Berdasarkan data RTI, secara year to date (ytd) saham TOWR turun 7,11% ke level Rp 1.045 per saham hingga penutupan perdagangan Jumat (14/1) lalu.

 

 

Reza menilai, penurunan tersebut lebih disebabkan oleh animo investor yang belum begitu terlihat di sektor telekomunikasi, khususnya infrastruktur menara. Tren yang sama juga terjadi pada beberapa emiten menara lainnya.

Walau begitu, saham TOWR tetap memiliki daya tarik bagi investor secara jangka panjang. Selain dampak positif akuisisi yang mulai terasa di tahun ini, TOWR juga didukung oleh Grup Djarum yang menjadi pemiliknya. Grup Djarum yang nama besarnya melekat bagi banyak orang sudah mulai ekspansif di sektor terkait telekomunikasi dan digital.

"Dari segi hasil kinerja, tampak bahwa TOWR tidak begitu terdampak oleh pandemi Covid-19 seperti beberapa emiten di sektor lainnya," tandas dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×