CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.600.000   -25.000   -0,95%
  • USD/IDR 17.638   72,00   0,41%
  • IDX 6.491   -98,43   -1,49%
  • KOMPAS100 854   -12,54   -1,45%
  • LQ45 647   -9,36   -1,43%
  • ISSI 226   -4,13   -1,80%
  • IDX30 359   -5,35   -1,47%
  • IDXHIDIV20 447   -5,12   -1,13%
  • IDX80 97   -1,44   -1,46%
  • IDXV30 125   -1,42   -1,12%
  • IDXQ30 115   -1,71   -1,46%

Simak strategi Elnusa (ELSA) kerja pendapatan Rp 7 triliun di 2021


Sabtu, 02 Oktober 2021 / 06:50 WIB
ILUSTRASI. Pengeboran migas di Blok Mahakam yang didukung Elnusa.


Reporter: Filemon Agung | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Elnusa Tbk (ELSA) optimistis, target pendapatan sebesar Rp 7 triliun untuk tahun 2021 dapat tercapai. Mengingat, sejumlah kontrak anyar sudah diraih perusahaan di paruh pertama tahun ini, yang bisa mengerek kinerja di semester II-2021.

"Kami proyeksikan dengan kontrak on hand, kami optimistis di akhir tahun bisa mencapai di angka Rp 7 triliun," kata Direktur SDM & Umum merangkap Direktur Keuangan Elnusa Tenny Elfrida dalam gelaran Public Expose Virtual, Jumat (1/10).

Dia melanjutkan, optimisme perusahaan dalam mencapai target ini juga ditopang dengan kinerja operasional selama paruh pertama tahun ini.

Sepanjang semester I 2021, ELSA membukukan pendapatan sebesar Rp 3,71 triliun atau turun 4,74% year on year (yoy) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pada semester I 2020 lalu, ELSA membukukan pendapatan sebesar Rp 3,89 triliun.

Baca Juga: Elnusa Petrofin gaet Bank Mandiri berikan layanan pembiayaan agen dan mitra principal

Adapun, komposisi pendapatan ELSA semester I 2021 ini sebesar 53% dari segmen distribusi dan logistik, 39% dari segmen hulu dan sebesar 8% dari jasa support. Kondisi ini sedikit berbeda dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Pendapatan ELSA pada semester I 2020 lalu ditopang oleh segmen hulu sebesar 54% dan distribusi & logistik sebesar 42% serta sisanya 4% dari jasa support.

Direktur Utama ELSA ALi Mundakir menjelaskan, penurunan kontribusi sektor hulu migas dikarenakan dampak pandemi covid-19 yang terjadi sepanjang tahun lalu. Pandemi covid-19 yang berimbas pada fluktuasi harga minyak diakui mempengaruhi tarif sektor migas.

Kendati demikian, dengan tren harga minyak yang terus meningkat hingga menembus di atas US$ 70 per barel dalam beberapa waktu terakhir diyakini bakal turut meningkatkan aktivitas hulu migas.

 




TERBARU

[X]
×