kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.952   -21,00   -0,12%
  • IDX 6.042   158,05   2,69%
  • KOMPAS100 788   24,13   3,16%
  • LQ45 595   16,69   2,89%
  • ISSI 209   5,51   2,71%
  • IDX30 337   9,52   2,91%
  • IDXHIDIV20 413   10,97   2,73%
  • IDX80 89   2,61   3,01%
  • IDXV30 112   3,14   2,89%
  • IDXQ30 108   3,10   2,96%

Sinar Mas pasok bahan baku Sinar Mas Cepsa


Kamis, 14 September 2017 / 13:26 WIB


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - Pabrik alkohol lemak baru Sinar Mas Cepsa akan mendapatkan pasokan bahan baku oleokimia dari Sinar Mas Agribusiness and Food yang berada di Dumai untuk memastikan kelancaran operasional. Nantinya bahan baku yang diperoleh berasal dari bahan baku berbasis nabati dari inti sawit.

CEO Sinar Mas Cepsa, Kung Chee Whan mengatakan, pihaknya bermitra dengan Sinar Mas Agribusiness and Food untuk memasok bahan baku. "Pabrik ini memanfaatkan teknologi dan keahlian Cepsa pada oleokimia dan mengandalkan bahan baku yang berkelanjutan dari Sinar Mas Agribusiness and Food,” kata dia di Dumai, Kamis (14/9).

Deputy CEO Sinar Mas Cepsa, José Maria Solana menambahkan, ini adalah pertama kalinya Cepsa memproduksi bahan kimia yang tidak berasal dari minyak, tapi berbasis nabati, lokasi baru, bisnis baru, dan juga pasar yang baru.

Pabrik Dumai memiliki kapasitas produksi tahunan 160.000 metrik ton alkohol lemak per tahun. Penjualan alkohol lemak berbasis nabati kian diminati sebagai bahan baku untuk produk perawatan pribadi dan deterjen cair. Fokus utama penjualan dari pabrik Dumai adalah pasar di Asia.

Pabrik ini secara langsung memberikan lapangan pekerjaan bagi 300 tenaga kerja Indonesia. Pabrik Dumai sepenuhnya telah beroperasi secara mandiri. 

Pabrik ini mampu menghasilkan listrik sendiri, mengolah limbah dan mengelola logistiknya sendiri. Pabrik Dumai memiliki lokasi yang strategis, bersebelahan dengan kilang minyak Lubuk Gaung milik Sinar Mas Agribusiness and Food yang memasok minyak inti sawit untuk pabrik tersebut. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×