kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.597.000   -16.000   -0,61%
  • USD/IDR 17.998   74,00   0,41%
  • IDX 6.148   -94,03   -1,51%
  • KOMPAS100 799   -14,31   -1,76%
  • LQ45 612   -9,30   -1,50%
  • ISSI 212   -3,34   -1,55%
  • IDX30 339   -4,87   -1,42%
  • IDXHIDIV20 427   -2,25   -0,52%
  • IDX80 91   -1,67   -1,79%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,73%
  • IDXQ30 110   -0,92   -0,84%

SNI berlaku, siap-siap harga minyak goreng naik


Rabu, 25 Juni 2014 / 18:28 WIB
Sinopsis Kokdu: Season of Deity, link nonton sub Indo, dan pemeran drama Korea terbaru tahun 2023 di Viu Indonesia.


Reporter: Handoyo | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk minyak goreng diproyeksi akan membuat biaya produksi meningkat. Untuk setiap liter kemasan minyak goreng, setidaknya akan menambah biaya sekitar Rp 300.

Sahat Sinaga, Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) mengatakan, dengan diberlakunya SNI tersebut pada tahun 2015 mendatang maka dipasaran tidak akan ada lagi minyak goreng curah.

Dalam memenuhi SNI tersebut, setidaknya perusahaan produsen minyak goreng harus melakukan penambahan vitamin dengan biaya sekitar Rp 50 per liter, untuk kandungan minimal 45 international unit. Selain itu, tambahan untuk biaya pengemasannya sekitar Rp 250 per ukuran 1 liter.

Berdasarkan catatan GIMNI, saat ini jumlah minyak goreng curah yang beredar di pasaran mencapai 3,7 juta ton. "Tidak mudah setiap produsen (minyak goreng) mengikuti standar," kata Sahat, Rabu (25/6). Dengan tambahan biaya ini pula maka bisa jadi harga minyak goreng akan naik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×