kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.144   14,00   0,08%
  • IDX 7.676   175,76   2,34%
  • KOMPAS100 1.063   25,24   2,43%
  • LQ45 764   17,96   2,41%
  • ISSI 277   5,37   1,98%
  • IDX30 406   7,07   1,77%
  • IDXHIDIV20 492   5,61   1,15%
  • IDX80 119   2,81   2,42%
  • IDXV30 137   1,27   0,94%
  • IDXQ30 130   1,67   1,30%

Kimia Farma (KAEF) Optimistis Bisa Balikkan Rugi Jadi Laba pada Tahun 2026


Selasa, 14 April 2026 / 16:37 WIB
Kimia Farma (KAEF) Optimistis Bisa Balikkan Rugi Jadi Laba pada Tahun 2026
ILUSTRASI. Kimia Farma (Kimia Farma/Kimia Farma )


Reporter: Vina Elvira | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kimia Farma Tbk (KAEF) memproyeksikan perbaikan kinerja keuangan berlanjut hingga 2026. Optimisme ini seiring dengan tren peningkatan margin dan efisiensi operasional yang sudah terlihat sejak 2024 hingga 2025.

Direktur Utama Kimia Farma, Djagad Prakasa Dwialam, mengatakan bahwa perseroan melihat momentum pemulihan kinerja mulai terbentuk dalam beberapa tahun terakhir,  yang tercermin dari peningkatan margin dan efisiensi beban operasional. 

Hingga akhir 2026, Kimia Farma memproyeksikan pertumbuhan pendapatan berada pada kisaran single digit hingga low double digit. Sementara untuk laba bersih diharapkan dapat berbalik positif. 

Baca Juga: Kimia Farma (KAEF) Beberkan Strategi Hadapi Tekanan Bahan Baku Impor

“Laba bersih diharapkan dapat berbalik positif, dengan 2025 sebagai tahun transisi menuju profitabilitas dan 2026 sebagai momentum penguatan kinerja,” ungkap Djagad, kepada Kontan, Selasa (14/4). 

Untuk mendukung target kinerja tersebut, perseroan menerapkan kebijakan belanja modal atau capital expenditure (capex) secara selektif dan disiplin.

Pada 2026, alokasi capex difokuskan pada kebutuhan yang bersifat mandatory, seperti pemenuhan regulasi, pemeliharaan dan peremajaan aset, peningkatan standar fasilitas, serta penguatan infrastruktur operasional.

“Seluruh keputusan capex akan dilakukan dengan pendekatan yang sangat selektif, memastikan bahwa setiap investasi memiliki nilai tambah yang jelas terhadap peningkatan kinerja dan keberlanjutan bisnis Perseroan,” kata Djagad.

Sejalan dengan strategi tersebut, perusahaan akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha dan kesehatan finansial, dengan tetap adaptif terhadap dinamika industri farmasi dan kondisi makroekonomi.

Sebagai informasi, KAEF tercatat membukukan rugi bersih sebesar Rp 443,36 miliar pada 2025, menyusut dari Rp1,21 triliun pada tahun sebelumnya. Namun, pendapatan perseroan justru turun 7,2% menjadi Rp 9,22 triliun dibandingkan tahun sebelumnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×