kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.565   0,00   0,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Sokong Mandatori Biodiesel, Elnusa (ELSA) Ungkap Strategi Bisnis Baru di 2025


Senin, 02 Desember 2024 / 09:40 WIB
Sokong Mandatori Biodiesel, Elnusa (ELSA) Ungkap Strategi Bisnis Baru di 2025
ILUSTRASI. Elnusa (ELSA) melalui anak usahanya, PT Elnusa Petrofin mengungkap langkah diversifikasi bisnis baru mulai awal 2025


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - MINAHASA SELATAN. PT Elnusa Tbk (ELSA) melalui anak usahanya, PT Elnusa Petrofin mengungkap langkah diversifikasi bisnis baru yang akan dimulai pada awal tahun 2025 pada sektor chemical commodities.

Langkah ini diambil Elnusa salah satunya untuk mendukung program mandatori biodiesel dari pemerintah yang terus berkembang. Adapun, yang terdekat pada awal Januari 2025, akan ditetapkan mandatori B40 atau pencampuran 40% Biodiesel dengan 60% bahan bakar minyak jenis Solar.

Presiden Direktur Elnusa Petrofin Doni Indrawan mengatakan, pihaknya akan melakukan trading chemical commodity untuk jenis SMO atau Sodium Methylate Oxide.

"Saat ini, kami sudah punya program baru yang mulai tahun 2025. Kami mau trading di chemical commodities, salah satunya kami mau masuk di SMO, bahan bakunya FAME," ungkap Doni saat ditemui dalam acara Media Gathering yang dilaksanakan Jumat, (29/11).

Asal tahu saja, SMO atau Sodium Methylate Oxide adalah senyawa kimia berbasis natrium yang menjadi katalisator dalam pembuatan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dalam biodiesel.

Baca Juga: Strategi Ekspansi Elnusa (ELSA) Sasar Eksplorasi Tambang Batubara hingga Nikel

Presiden Direktur PT Elnusa Petrofin, Doni Indrawan.

"Sekarang kan sudah B35, kemudian Januari nanti B40. Bahkan diperkirakan akan cepat B50, maka nantikan perbandingannya akan 50:50. Nah, kami kejar yang FAME-nya," tambah Doni.

Nantinya produk FAME yang telah diolah oleh Elnusa Petrofin akan disalurkan kepada supplier FAME di Industri. 

"Sudah ada 40 suplier kurang lebih, jadi suplier FAME yang ada di pasar kami. Itu ekspansi yang di sektor chemical," katanya.

Doni juga menambahkan, langkah ini adalah salah satu langkah Elnusa Petrofin untuk meningkatkan pendapatan dari sektor jasa penunjang migas.

"Kami akan agresif, jadi kami saling backup dengan bisnis Elnusa yang di-upstream," katanya.

Sebagai informasi, anak usaha Elnusa, Elnusa Petrofin yang didirikan pada tahun 1996 ini telah lima pilar bisnis. Yaitu pengelolaan depot pengisian bahan bakar pesawat udara (DPPU), pengelolaan bahan bakar untuk industri dan masyarakat, Trading BBM Industry & Marine, Fuel Transportation & Logistic Services, dan Chemical Services.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×