kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

SPBU BP berdiri, Pertamina minta BP bangun di daerah terluar, terdepan, tertinggal


Kamis, 29 November 2018 / 14:14 WIB
SPBU BP berdiri, Pertamina minta BP bangun di daerah terluar, terdepan, tertinggal
Peresmian SPBU BP AKR


Reporter: Azis Husaini | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kehadiran SPBU BP di Serpong, Tangerang membuat panas PT Pertamina. Pasalnya, badan usaha SPBU itu berdiri di daerah padat penduduk. Mestinya SPBU BP juga dibangun di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T).

Direktur Utama PT Pertamina Retail Sofyan Yusuf mengatakan, yang paling penting perusahaan badan usaha niaga BBM atau SPBU swasta harus juga mau membangun di daerah.

"Pastilah menganggu, yang paling penting fair lah, jangan cuma di daerah padat saja swasta mau mendirikannya, mereka harus bangun di daerah 3T, itu baru cocok,"ungkap dia ke Kontan.co.id, Kamis (29/11).

Dia juga meegaskan bahwa SPBU swasta juga mesti menjaga stok BBM nasional. "Jangan kalau terjadi kelangkaan BBM, Pertamina saja yang disalahin,"tuturnya.

Selain itu, Sofyan menyatakan, pihaknya dalam bersaing dengan SPBU swasta tidak akan menurunkan harga jual bensin, bahkan Pertamina juga meminta tidak membolehkan SPBU swasta membangun di rest area. "Kami akan memperbanyak SPBU di Rest Area, arahan menteri kan semua jalan tol yang dibiayai dengan APBN harus SPBU Pertamina,"kata dia.

Dia juga mengatakan perusahaan juga ada rencana melakukan akuisisi SPBU milik mitra yang performance-nya tidak baik. Namun Sofyan belum bisa memberikan datanya serta soal pertumbuhan penjualan bensin tahun ini. "Kalau SPBU Pertamina secara keseluruhan, sebaiknya tanya ke Pertamina Pusat,"imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×