kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.546.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 18.167   1,00   0,01%
  • IDX 5.032   -65,62   -1,29%
  • KOMPAS100 648   -7,84   -1,19%
  • LQ45 512   -3,34   -0,65%
  • ISSI 169   -2,63   -1,54%
  • IDX30 288   -1,06   -0,37%
  • IDXHIDIV20 389   0,24   0,06%
  • IDX80 75   -0,77   -1,02%
  • IDXV30 108   0,91   0,85%
  • IDXQ30 97   -0,30   -0,31%

SPBU Shell Resmi Beroperasi di Bawah Naungan Isla Energy


Jumat, 30 Oktober 2026 / 11:31 WIB
SPBU Shell Resmi Beroperasi di Bawah Naungan Isla Energy
ILUSTRASI. Shell Indonesia secara resmi menyelesaikan proses pengalihan kepemilikan bisnis SPBU di Indonesia kepada PT Isla Energy Indonesia milik Sefas Group.  (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Shell Indonesia secara resmi menyelesaikan proses pengalihan kepemilikan bisnis Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Indonesia kepada PT Isla Energy Indonesia milik Sefas Group. 

Manajemen Shell menegaskan, mulai 30 Oktober 2026 ini, operasional jaringan ritel bahan bakar tersebut kini dialihkan di bawah entitas baru dalam grup usaha.

"Bisnis tersebut akan beroperasi melalui PT Isla Energy Indonesia yang saat ini dimiliki oleh SEFAS Group," tulis manajemen Shell dalam keterangan resminya, Jumat (30/10/2026).

Baca Juga: Mendorong Talenta Perempuan Lewat Investasi Layanan Pengasuhan

Meskipun terjadi perubahan kepemilikan, pasokan bahan bakar minyak (BBM) masih dengan merek yang sama. Pengalihan kepemilikan ini dipastikan tidak mengubah identitas maupun kualitas produk BBM yang ditawarkan kepada para pelanggan.

"Berdasarkan perjanjian lisensi merek, merek Shell akan tetap digunakan di seluruh jaringan SPBU PT Isla Energy Indonesia dan pelanggan akan terus memiliki akses untuk menggunakan produk BBM berkualitas tinggi Shell," terang Manajemen Shell.

Transaksi pengalihan bisnis ini diselesaikan berdasarkan perjanjian jual beli yang telah direvisi bersama Sefas Group. 

Aset yang dialihkan mencakup bisnis SPBU, kegiatan pasokan dan distribusi, terminal BBM di Gresik, serta sekitar 200 SPBU Shell di Indonesia yang mana lebih dari 160 SPBU di antaranya merupakan milik perusahaan.

Di sisi lain, pengalihan kepemilikan ini tidak mencakup lini bisnis pelumas Shell yang terus berkembang di Indonesia. Pada September 2026, Shell Indonesia secara resmi memulai produksi Pabrik Manufaktur Gemuk (Grease Manufacturing Plant) di Indonesia dengan kapasitas produksi hingga 12 kiloton per tahun.

Baca Juga: Pasar Elektronik Bekas Menjanjikan, JBA Indonesia Perluas Bisnis Lelang Digital

Fasilitas baru tersebut melengkapi Pabrik Pelumas (Lubricants Oil Blending Plant/LOBP) Shell yang telah beroperasi di Marunda, Bekasi, dengan kapasitas produksi mencapai 300 juta liter per tahun. 

Dengan demikian, Shell tetap mempertahankan sekaligus memperkuat fokus operasionalnya pada sektor manufaktur dan distribusi pelumas nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×