Reporter: Leni Wandira | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT JBA Indonesia memperluas bisnis lelang ke segmen barang elektronik bekas melalui platform digital Bidwin.
Perusahaan menargetkan transaksi sekitar 10.000 unit barang dalam satu tahun, seiring upaya menangkap peluang pasar perangkat elektronik bekas dan memperluas jangkauan layanan lelang daring.
Chief Operating Officer JBA Indonesia Deny Gunawan mengatakan, Bidwin merupakan pengembangan layanan lelang elektronik JBA yang telah beroperasi sejak Mei 2025 melalui microsite lelang.jba.co.id. Kini, layanan tersebut diperkenalkan dengan merek tersendiri dan dapat diakses melalui bidwin.co.id.
Baca Juga: Tak Hanya Pameran, Minerba Convex 2026 Siapkan Konsultasi RKAB bagi Pelaku Usaha
“Kami melihat bahwa salah satu cara baru untuk mempertemukan penjual dengan pembeli adalah melalui layanan lelang. Melalui Bidwin, kami ingin memberikan pengalaman lelang elektronik dengan mengedepankan empat hal, yaitu kepercayaan, akses yang lebih luas, efisiensi, dan nilai tambah bagi para penggunanya, sehingga kami dapat membangun ekosistem lelang yang kuat,” ujar Deny dalam konferensi pers di Indocomtech 2026, Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Hingga Oktober 2026, layanan lelang elektronik JBA telah memiliki lebih dari 5.000 peserta terdaftar. Sepanjang Januari hingga Oktober 2026, lebih dari 3.000 unit elektronik telah dilelang. Adapun rata-rata tingkat barang terjual atau sold ratio tercatat di atas 55% setiap bulan.
Business Unit Head Bidwin Andri Budiharjo menyebut tingkat penjualan berbeda di setiap kategori barang. Untuk ponsel dan gawai, sold ratio mencapai 86%, sedangkan kategori laptop dan komputer sekitar 58%.
“Untuk ponsel sama gadget ini sold ratio-nya itu di 86%. Jadi laptop dan komputer itu di 58%. Kami melihat peluang ini ada,” ujar Andri.
Barang elektronik yang dilelang antara lain berasal dari mitra perusahaan yang memiliki perangkat tidak terpakai atau telah menggantinya dengan perangkat baru.
Baca Juga: Penjualan Bijih Nikel Dongkrak Laba Vale Indonesia (INCO) Melonjak 180,5%
Selain ponsel, laptop, dan komputer, Bidwin juga menawarkan tablet, aksesori, serta perangkat penunjang kantor.
Bidwin mengoperasikan lelang elektronik secara daring dengan mekanisme timed auction atau lelang berbasis waktu.
Proses penawaran berlangsung setiap Kamis pukul 12.00–20.00 WIB. Dengan mekanisme tersebut, peserta dapat mengikuti lelang tanpa harus mendatangi lokasi barang.
Untuk memperluas pasar, JBA membuka peluang kerja sama dengan pemilik aset, pembeli, distributor, peritel, hingga pelaku industri elektronik.
Perusahaan juga memanfaatkan ajang Indocomtech 2026 untuk menjangkau calon mitra dan memperkenalkan layanan Bidwin kepada masyarakat.
Dalam pameran tersebut, Bidwin melelang ratusan unit elektronik secara daring melalui situs resminya maupun secara langsung di Hall A JICC Senayan. Pengunjung juga dapat mengecek harga perangkat serta berkonsultasi mengenai penitipan barang untuk dilelang.
Baca Juga: FL Technics Kantongi Sertifikasi EASA, Buka Peluang Garap Pasar MRO Eropa
Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam pengembangan lelang elektronik bekas adalah transparansi kondisi barang.
Informasi mengenai kondisi perangkat menjadi pertimbangan penting bagi calon pembeli sebelum mengajukan penawaran.
Bidwin menyatakan menyediakan mekanisme pembelian kembali atau buyback apabila ditemukan ketidaksesuaian antara informasi barang dan kondisi yang diterima, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Untuk mendukung transaksi antarkota, Bidwin juga bekerja sama dengan perusahaan ekspedisi guna mempermudah pengiriman barang kepada pemenang lelang. Jaringan mitra pengiriman tersebut akan terus dikembangkan seiring pertumbuhan layanan.
Baca Juga: Laba Bumi Resources Minerals (BRMS) Anjlok 36,86%, Produksi Emas Diharap Naik di 2027
Melalui Bidwin, JBA berupaya memperluas bisnis lelang ke segmen elektronik sekaligus membangun ekosistem yang menghubungkan pemilik aset dengan pembeli dan pelaku industri.
Perusahaan akan mengandalkan perluasan partisipasi pengguna, kemitraan, serta peningkatan akses pasar lelang digital untuk mendorong pertumbuhan bisnis tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














