kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.814.000   5.000   0,18%
  • USD/IDR 17.266   44,00   0,26%
  • IDX 7.072   -34,13   -0,48%
  • KOMPAS100 955   -6,68   -0,69%
  • LQ45 682   -4,42   -0,64%
  • ISSI 255   -2,37   -0,92%
  • IDX30 378   -0,88   -0,23%
  • IDXHIDIV20 463   -1,76   -0,38%
  • IDX80 107   -0,70   -0,65%
  • IDXV30 135   -1,18   -0,87%
  • IDXQ30 121   -0,66   -0,55%

SPBUN Berbasis Koperasi Mulai Dikembangkan, Sasar Efisiensi Biaya Nelayan


Selasa, 28 April 2026 / 18:20 WIB
SPBUN Berbasis Koperasi Mulai Dikembangkan, Sasar Efisiensi Biaya Nelayan
ILUSTRASI. Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono (DOK/Kemenko)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mulai memperluas pengembangan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) berbasis koperasi sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi pesisir.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menilai keberadaan SPBUN menjadi instrumen penting untuk menekan biaya operasional nelayan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

"Kehadiran negara (melalui pendirian SPBUN) ini Insyallah dapat mengubah tatanan ekonomi yang ada di sini dan harapannya nanti bisa mengubah fakta-fakta yang menyedihkan sebelumnya," kata Ferry saat meresmikan SPBUN Koperasi Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) di Aceh Selatan, Selasa (28/04).

Baca Juga: HSE Jadi Fondasi, Tracon Industri Pacu Kinerja Berkelanjutan

Menurutnya, akses BBM yang lebih mudah dan terjangkau menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas sektor perikanan. Pemerintah pun berencana memperbanyak pembangunan SPBUN, khususnya di wilayah pesisir dengan konsentrasi nelayan yang tinggi.

"Kelompok masyarakat nelayan yang tinggal di pesisir pantai itu merupakan kelompok masyarakat yang relatif miskin sehingga lebih butuh dukungan, butuh bantuan dari semua pihak termasuk dari pemerintah (melalui pembangunan SPBUN)," ujarnya.

Program ini juga dikaitkan dengan penguatan ekosistem koperasi melalui integrasi dengan program Kampung Nelayan Merah Putih dan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP), yang diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi lokal.

Pemerintah menggandeng PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Patra Niaga dalam penyediaan pasokan energi untuk SPBUN.

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf menilai inisiatif ini menjadi langkah konkret dalam menghadirkan keadilan energi bagi nelayan.

"SPBUN ini hadir untuk memberikan keadilan energi, menurunkan biaya operasional, dan pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir di wilayah Aceh Selatan," kata Didit.

Sementara itu, Bupati Aceh Selatan Mirwan MS menyebut daerahnya memiliki sekitar 7.000 nelayan yang tersebar di 71 desa pesisir, sehingga keberadaan SPBUN dinilai krusial untuk mendukung aktivitas ekonomi lokal.

Ke depan, pemerintah akan mereplikasi model SPBUN berbasis koperasi ini ke berbagai wilayah, seiring upaya memperkuat peran koperasi sebagai pilar distribusi energi dan penggerak ekonomi rakyat di sektor kelautan.

Baca Juga: META Optimalkan Bisnis Non-Tol, Bidik Pertumbuhan Kinerja Dua Digit pada 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×