kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.665.000   13.000   0,49%
  • USD/IDR 16.882   -7,00   -0,04%
  • IDX 9.033   84,28   0,94%
  • KOMPAS100 1.248   7,65   0,62%
  • LQ45 882   3,22   0,37%
  • ISSI 330   3,28   1,00%
  • IDX30 449   0,01   0,00%
  • IDXHIDIV20 529   -1,74   -0,33%
  • IDX80 139   0,91   0,66%
  • IDXV30 147   0,11   0,08%
  • IDXQ30 144   0,01   0,00%

Status impor daging dari Australia belum jelas


Rabu, 11 Desember 2013 / 14:20 WIB
Status impor daging dari Australia belum jelas
ILUSTRASI. Berbekal ponsel dan internet, mengisi survey melalui aplikasi bisa menghasilkan poin yang bisa dicairkan ke dompet digital.


Reporter: Emma Ratna Fury | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Kurang harmonisnya hubungan antara Pemerintah Indonesia dengan Australia akibat kasus penyadapan, membuat Kementerian Perdagangan turut memikirkan kelanjutan dari kerjasama impor sapi dengan negeri Kanguru.

"Yang pasti kita harus lakukan apa pun untuk menjaga stabilitas harga daging," kata Gita Wirjawan Menteri Perdagangan seusai melakukan pembukaan acara pameran Katumbiri Expo di JCC Senayan Jakarta, Rabu (11/12).

Menurut Gita, kalau jumlah sapi dalam negeri belum dapat memenuhi permintaan sendiri, maka pemerintah harus melakukan langkah alternatif untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

"Kalau pasokan dari dalam negerinya tidak cukup, ya, kita harus ada alternatif lain," ujarnya.

Sejauh ini Gita mengaku belum ada pembahasan dengan menteri perekonomian dan menteri yang lainnya mengenai kerjasama impor sapi yang masih dilakukan antara Indonesia dengan Australia.

Pemerintah akan mempelajari terlebih dahulu mengenai masalah pasokan impor daging sapi tersebut. Hal ini mengingat jumlah ketersediaan daging sapi didalam negeri kurang bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri.

"Kalau di dalam negeri pasokannya masih sangat tidak cukup, ya kita harus peka dengan kenyataan, kita harus tetap mendatangkan pasokan daging dari luar," ujar Gita.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×