kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Steel Pipe Industry of Indonesia (ISSP) targetkan volume penjualan naik 20%


Senin, 04 Maret 2019 / 19:10 WIB


Reporter: Eldo Christoffel Rafael | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen pipa baja, PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) menggenjot penjualan semua lini produknya di tahun ini

Johannes Edward, Investor Relations ISSP menjelaskan penjualan masih difokuskan di sektor Konstruksi, Infrastruktur dan utilitas. "Volume penjualan ditargetkan naik 20%," kata Johannes kepada Kontan.co.id, Senin (4/3).

Target kenaikan volume penjualan 2019 ini sama dengan target di tahun sebelumnya yakni 20%. Sedangkan untuk laba bersih perusahaan yang dikenal dengan nama Spindo ini masih dalam tahap perhitungan. Johannes menambahkan perusahaan masih terus mengupayakan perbaikan margin.

Untuk strategi perusahaan, Spindo masih terus akan memperluas pasar dan melakukan edukasi kepada pelanggan. Apalagi distribusi di kawasan Timur Indonesia berpeluang meningkat seiring proyek infrastruktur di sana, keperluan pipa baja meliputi tiang pancang dan pelabuhan.

Terkait capital expenditure (capex) perseroan belum mengeluarkan modal besar. Hal ini juga karena belum ada rencana aksi korporasi baru. Johannes mengungkapkan capex hanya untuk maintenance mesin secara rutin serta serta pembukaan depo di Makassar.

Sebelumnya, perusahaan hanya memiliki tiga Depo yakni di Jakarta, Samarinda dan Bandung. Ini bisa dibilang langkah perusahaan untuk memudahkan pendistribusian di Indonesia timur.

Saat ini Spindo tercatat memiliki enam unit pabrik dengan kapasitas terpasang mencapai 600.000 ton per tahun. Manajemen berupaya meningkatkan efisiensi dan membenahi biaya produksi. "Secara utilitas kami targetkan sekitar 65% sampai 70%," katanya.

Untuk laporan kinerja tahun 2018, Spindo belum melaporkan. Tetapi mengintip laporan keuangannya sampai kuartal tiga 2018, pendapatan lokal menyumbang 95% atau senilai Rp 3,21 triliun dari total pendapatan yang tercatat sebanyak Rp 3,38 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×