kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Stok Beras Bulog Tembus 4 Juta Ton, Perpadi Ingatkan Risiko Kelebihan


Rabu, 20 Agustus 2025 / 19:29 WIB
Stok Beras Bulog Tembus 4 Juta Ton, Perpadi Ingatkan Risiko Kelebihan
ILUSTRASI. Direktur Utama (Dirut) Bulog Ahmad Rizal Ramdhani


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – BANTEN. Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan saat ini Bulog memiliki stok beras hingga lebih dari 4 juta ton. Jumlah ini tercatat sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah.

Dari total tersebut, sekitar 1,3 juta ton dipastikan akan disalurkan sebagai beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan target penyaluran rampung pada akhir tahun.

Baca Juga: Tunjangan Beras Anggota DPR Tidak Rp 12 Juta per Bulan, Ini Klarifikasi Adies Kadir

Hingga Rabu (20/8/2025) pagi, realisasi penyaluran SPHP baru mencapai 45.000 ton atau setara 3,46% dari target. Bulog menargetkan distribusi bisa mencapai 7.000 ton per hari.

Ahmad menegaskan tidak ada beras yang ditimbun di gudang. Menurutnya, sisa stok yang tersimpan merupakan cadangan beras nasional yang siap dipakai untuk kebutuhan darurat.

“Tidak ada yang ditimbun. Yang ada di gudang Bulog adalah cadangan beras nasional. Jadi kalau ada bencana atau kebutuhan mendesak, bantuan beras bisa segera disalurkan,” ujar Ahmad saat ditemui di Serang, Banten.

Namun, Persatuan Penggilingan Padi (Perpadi) menilai stok yang ada saat ini terlalu besar.

Baca Juga: Bapanas: Realisasi Bantuan Pangan Beras Mencapai 96%

Ketua DPP Perpadi Jawa Tengah Riyanto Joko Nugroho mengingatkan bahwa tingginya stok berpotensi menimbulkan masalah ketika musim panen tiba.

“Sampai 4 juta ton itu terlalu banyak. Sekarang sudah semester kedua, sementara siklus panen itu akhir Januari. Kalau saat panen stok di Bulog masih tinggi, mau diapakan?” kata Riyanto kepada Kontan.

Ia khawatir kelebihan stok bisa berdampak pada kualitas beras. Pasalnya, ketika pasokan baru masuk saat panen, beras yang sudah lama tersimpan di gudang berisiko rusak dan terbuang.

“Kalau begitu, yang rugi kan pemerintah,” imbuhnya.

Baca Juga: Warga Kelas Menengah Teriak Gara-Gara Harga Beras Premium Melonjak

Riyanto pun mendorong agar penyaluran beras SPHP dilakukan lebih masif. Menurutnya, distribusi yang lancar juga akan membantu menjaga kestabilan harga beras di pasaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×