kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45931,36   3,72   0.40%
  • EMAS1.320.000 -0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Stok Minyak Goreng Curah dan Subsidi Berkurang di Pasar, Begini Tanggapan IKAPPI


Minggu, 12 Februari 2023 / 18:53 WIB
Stok Minyak Goreng Curah dan Subsidi Berkurang di Pasar, Begini Tanggapan IKAPPI
ILUSTRASI. Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mengungkapkan keterbatasan stok minyak goreng subsidi di pasar. ANTARA FOTO/Andri Saputra/rwa.


Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mengungkapkan bahwa keterbatasan stok minyak goreng subsidi di pasar saat ini disebabkan oleh kebijakan Kementerian Perdagangan yang terus berubah.

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (DPP IKAPPI) Reynaldi Sarijowan mengatakan seharusnya stok dan distribusi minyak bisa dilacak melalui SIMIRAH.

"Keterbatasan stok minyak di pasar saat ini, termasuk minyak subsidi, juga akibat tidak ada yang mengawasi dengan ketat pendistribusiannya. Akibatnya, pembelian minyak subsidi Minyakita dibatasi hanya 2 liter per hari dan minyak goreng curah 10kg per hari," ujarnya kepada Kontan, Minggu (12/2).

Baca Juga: Stok Minyak Goreng Subsidi Kosong di Indomaret dan Alfamart

Dia berharap Pemerintah, melalui Kemendag, bisa terus mengevaluasi tiap kebijakan. Dia mencatat, pembatasan pembelian minyak hanya akan mengarahkan pada penumpukan stok, antrian pembelian hingga panic buying.

Reynaldi menilai, pembelian minyak goreng subsidi Minyakita seharusnya terkonsentrasi di pasar-pasar tradisional di seluruh Indonesia. Dengan begitu, pihaknya bisa mengawasi bersama agar tidak ada lagi oknum yang menimbun minyak.

Di sisi lain, dia mengapresiasi lembaga Badan Pangan Nasional untuk memastikan ID Food akan mendistribusikan minyak ke titik-titik pangan di seluruh Indonesia. Dia mencatat, kurang lebih ada sekitar 29 juta liter minyak yang akan didistribusikan, baik curah dan kemasan.

"Tentu harus melakukan evaluasi dan menjadi perhatian. Jelang Ramadhan kami berharap migor curah dan Minyakita terdistribusi merata di masyarakat tanpa adanya pembatasan pembelian. Masyarakat kita butuh kurang lebih 1,7 juta liter minyak per hari," ujar dia.

Baca Juga: Polemik Minyakita, Ekonom: Sulit Atasi Kelangkaan Karena Pemerintah Tak Kuasai Suplai

Sementara itu, di toko ritel modern Superindo Bekasi, stok minyak goreng terlihat penuh mengisi rak. Harga yang dibanderol bervariasi mulai dari Rp16.900 hingga Rp37.900 per liter.

Petugas Superindo menuturkan kepada Kontan, bahwa dalam sebulan terakhir stok minyak goreng tidak mengalami kendala berarti. Dia juga menambahkan, stok minyak menjelang Ramadhan telah disiapkan sehingga masyarakat pasti akan menemukan minyak goreng dengan mudah.

"Besaran kenaikan stok jelang Ramadhan, saya juga kurang tahu. Tapi memang persiapan ini sudah dilakukan sejak tahun lalu. Untuk sebulan atau dua minggu terakhir, pasokan minyak kami juga tidak bermasalah sama sekali," papar Ali, petugas di Superindo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×