kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Strategi JNE menyiasati kenaikan harga BBM


Selasa, 14 Mei 2013 / 06:10 WIB
ILUSTRASI. Suku bunga The Fed diperkirakan tidak akan langsung naik tinggi.


Reporter: Mimi Silvia | Editor: Sandy Baskoro

JAKARTA. Meski keputusan pemerintah soal kebijakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi belum jelas, bisnis perusahaan jasa pengiriman, termasuk PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE), sudah kena imbasnya. JNE merancang strategi untuk bertahan.

Imbas pertama adalah penurunan pelanggan sejak JNE menaikkan tarif jasa pengiriman rata-rata 13,6% per 15 April 2013 silam. Jumlah pelanggan JNE sempat menyusut, khususnya di Jakarta dan Tangerang, setidaknya 10 hari setelah tarif naik. "Mungkin konsumen kaget. Tapi sekarang mulai normal kembali," ujar Direktur Keuangan JNE Chandra Fireta kepada KONTAN, belum lama ini.

Bersamaan dengan itu, JNE juga melakukan efisiensi. Sebab, tahun ini, JNE harus menanggung biaya operasional lebih besar lantaran upah pekerja dan tarif listrik naik. Upayanya misalnya, menambah armada sepeda listrik. Saat ini, ada 10 sepeda listrik yang aktif mengantarkan pengiriman barang di Jakarta. JNE menargetkan, tahun ini, 75 sepeda listrik bakal membantu pengiriman barang.

Direktur Penjualan dan Pemasaran JNE, M. Feriadi, menegaskan, rencana kenaikan harga BBM ini tidak membuat bisnis JNE terpukul. "BBM bukan satu-satunya komponen biaya. Kami bisa menyesuaikan harga BBM dan tetap menjaga kualitas layanan," kata dia.

Meski ongkos pengiriman JNE naik di kota besar, tarif di sejumlah daerah di Indonesia justru menurun. Sebab, JNE membangun pos di beberapa kecamatan atau kota sehingga meminimalkan penggunaan BBM.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×