kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Strategi Lawan Produk Impor, Menteri UMKM Dukung Produk Lokal Imitasi Merek Branded


Kamis, 16 Oktober 2025 / 17:40 WIB
Strategi Lawan Produk Impor, Menteri UMKM Dukung Produk Lokal Imitasi Merek Branded
ILUSTRASI. Menteri Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman. Menteri UMKM menilai usulannya agar pengrajin lokal membuat produk yang menyerupai merek-merek branded merupakan langkah kreatif.


Reporter: Shintia Rahma Islamiati | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Suherman menilai usulannya agar pengrajin lokal membuat produk yang menyerupai merek-merek branded ternama namun dengan nama “plesetan” merupakan langkah kreatif untuk menghadapi gempuran produk impor dari China.

“Itu kan China tuh banyak banget tuh masuk tas KW 1, KW 2, KW 3. Ya saya menyarankan, kita dorong para pengrajin-pengrajin tas kita buat produk yang sama tapi namanya beda. Misalnya, tas yang mirip Louis Vuitton, tapi namanya Louis Vuttong. Ini kan bentuk kreativitas,” ujar Maman saat ditemui di Jakarta, Kamis (16/10/2025).

Baca Juga: Luhut Minta Purbaya Kucurkan Rp 50 Triliun ke INA dari SAL Setiap Tahun

Ia menegaskan, ide tersebut bukan untuk mendorong produksi barang tiruan atau ilegal, melainkan sebagai strategi kreatif agar produk UMKM tetap kompetitif.

“Ini bukan barang replika. Ini soal bagaimana kita membangun kreativitas, strategi bisnis, dan strategi dagang. Kalau tidak begitu, kita bisa kalah bersaing,” tegasnya.

Maman juga menekankan bahwa produk tersebut tetap harus melalui proses legalisasi sesuai dengan aturan dan mekanisme yang berlaku.

“Artinya harus ada keberanian untuk mendobrak realitas yang terjadi sekarang. Kalau tidak, kita akan terus dijajah oleh produk asing. Padahal anak bangsa kita punya kreativitas, kemampuan, dan terobosan. Tinggal apakah kita mau berpihak atau tidak,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, ide tersebut muncul setelah menemukan dua penyebab utama turunnya aktivitas perdagangan di Sentra Tas Tajur, Bogor, yaitu peralihan pelaku usaha ke platform daring akibat tingginya biaya sewa tempat, serta meningkatnya dominasi produk impor yang kini mencapai separuh dari total barang yang dijual di kawasan tersebut.

Baca Juga: Istana Janji Akan Perbaiki Kualitas Timnas Sepakbola Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×