kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.985   -35,00   -0,19%
  • IDX 5.986   70,43   1,19%
  • KOMPAS100 782   11,35   1,47%
  • LQ45 595   10,44   1,79%
  • ISSI 206   0,99   0,48%
  • IDX30 337   5,69   1,72%
  • IDXHIDIV20 416   7,36   1,80%
  • IDX80 89   1,44   1,65%
  • IDXV30 113   2,29   2,08%
  • IDXQ30 108   1,76   1,65%

Strategi Pertamina mengatur keuangan di tengah menguatnya tekanan akibat wabah corona


Minggu, 05 April 2020 / 19:02 WIB
ILUSTRASI. FILE PHOTO: A view of state-owned oil giant Pertamina's refinery unit IV in Cilacap, Central Java, Indonesia January 13, 2016. Picture taken January 13, 2016. REUTERS/Darren Whiteside/File Photo


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Noverius Laoli

Mengenai hutang, Fajriyah mengungkapkan pada Februari 2020, Pertamina sudah melakukan liability manajemen dengan melakukan pembelian kembali sebagian global bond yang akan jatuh tempo pada tahun 2021 mendatang.

"Terkait dengan kurs, Pertamina melakukan hedging mata uang asing yang memang biasa dilakukan sesuai peraturan dari regulator," tandasnya.

Baca Juga: Desa wisata terpaksa tutup dan alami kerugian akibat corona

Asal tahu saja, dalam catatan Kontan.co.id, Pertamina menargetkan bisa meraih pendapatan sebesar US$ 58,33 miliar di tahun ini. Dari sana, holding migas plat merah ini membidik laba bersih sebesar US$ 2,2 miliar pada 2020.

Sementara itu, berdasarkan prognosa kinerja keuangan Pertamina di tahun buku 2019, laba bersih Pertamina diproyeksikan turun menjadi US$ 2,1 miliar. Sebelumnya, pada tahun 2017 dan 2018, perolehan laba bersih Pertamina stabil di angka sekitar US$ 2,5 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×