kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.705.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 16.973   -20,00   -0,12%
  • IDX 9.135   0,83   0,01%
  • KOMPAS100 1.255   -8,26   -0,65%
  • LQ45 884   -8,74   -0,98%
  • ISSI 334   -0,41   -0,12%
  • IDX30 454   -1,06   -0,23%
  • IDXHIDIV20 538   0,43   0,08%
  • IDX80 140   -1,06   -0,76%
  • IDXV30 149   -0,12   -0,08%
  • IDXQ30 146   -0,09   -0,06%

Strategi Primaya (PRAY) Bidik Pertumbuhan Pendapatan Hingga 20% pada 2026


Selasa, 20 Januari 2026 / 18:51 WIB
Strategi Primaya (PRAY) Bidik Pertumbuhan Pendapatan Hingga 20% pada 2026
ILUSTRASI. Primaya Hospital (Dok/Primaya)


Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY) menargetkan pertumbuhan kinerja yang tetap solid pada 2026, seiring fokus perseroan pada optimalisasi operasional dan penguatan layanan bernilai tambah.

Direktur PRAY Leona Agustine Karnali menyampaikan, manajemen membidik pertumbuhan pendapatan di kisaran 15%-20% dan pertumbuhan EBITDA sekitar 20%-25% pada 2026.

Pendorong utama kinerja tersebut berasal dari peningkatan utilisasi rumah sakit yang telah beroperasi, kontribusi rumah sakit baru yang semakin optimal, serta penguatan layanan unggulan dengan margin lebih tinggi.

“Selain itu, optimalisasi patient mix melalui perluasan kerja sama dengan asuransi swasta dan mitra korporasi juga menjadi fokus untuk menopang pertumbuhan,” ujar Leona kepada Kontan, Selasa (20/1/2026).

Dari sisi strategi bisnis, PRAY akan memprioritaskan penguatan kualitas layanan, khususnya pada layanan spesialistik dan subspesialistik dengan permintaan tinggi.

Perseroan juga berupaya meningkatkan utilisasi jaringan rumah sakit yang ada, sembari memastikan rumah sakit baru dapat beroperasi secara optimal.

Untuk ekspansi, PRAY tetap menerapkan pendekatan selektif dan terukur. Pengembangan jaringan akan difokuskan pada kota-kota besar dan wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi, baik melalui pembangunan rumah sakit baru maupun kerja sama strategis, dengan tetap menjaga disiplin investasi.

Terkait belanja modal, PRAY menganggarkan capex sekitar Rp900 miliar pada 2026. Dana tersebut akan dialokasikan untuk penguatan kapasitas rumah sakit baru, peningkatan fasilitas medis dan teknologi di rumah sakit eksisting, serta investasi pada sistem digital dan infrastruktur pendukung.

Dalam menjaga efisiensi dan margin di tengah potensi kenaikan biaya operasional dan dinamika regulasi, PRAY menerapkan pengendalian biaya terpusat, optimalisasi rantai pasok, serta peningkatan produktivitas tenaga medis dan non-medis.

Digitalisasi operasional dan penguatan layanan bernilai tambah juga menjadi strategi utama perseroan untuk menjaga kinerja keuangan tetap sehat.

Selanjutnya: Avia Avian (AVIA) Kejar Pertumbuhan Kinerja di Tahun 2026, Simak Strateginya

Menarik Dibaca: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (21/1): Hujan Ekstrem di Provinsi Berikut

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×