Penulis: Chelsea Anastasia | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sharp Electronics Indonesia (Sharp) menyiapkan beberapa strategi untuk mendorong pertumbuhan penjualan di segmen perabot rumah tangga elektronik atau home appliances pada semester II-2026.
Senior General Manager National Sales Sharp Electronics Indonesia, Andry Adi Utomo menjelaskan, perusahaan menargetkan pertumbuhan penjualan segmen home appliances hingga 10%-15% dibandingkan tahun 2025.
"Saat ini kami masih berupaya mencapai target yang telah ditetapkan dan terus melakukan evaluasi terhadap perkembangan pasar," katanya kepada Kontan, Kamis (9/7/2026).
Baca Juga: Ekspansi Otobus Angkat Permintaan Bus, Askarindo: Pemulihan Belum Signifikan
Untuk meraih target tersebut, hingga akhir tahun, Andry bilang Sharp akan meluncurkan produk-produk baru yang sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia.
Selain itu, Sharp juga berupaya memperkuat jaringan distribusi pada kanal yang dinilai masih belum kuat guna meningkatkan keterjangkauan produk Sharp.
Lebih lanjut, menurut Andry pihaknya akan meningkatkan kolaborasi dengan dealer dan mitra bisnis di seluruh Indonesia untuk memperluas penetrasi pasar.
"Kami optimistis strategi-strategi tersebut dapat menjaga daya saing Sharp di tengah kondisi pasar yang dinamis," jelasnya.
Meskipun memang, Andry tak memungkiri industri home appliances juga masih dibayangi tantangan hingga akhir tahun, seperti dampak kenaikan harga bahan baku.
Untuk menyiasatinya, Sharp terus melakukan berbagai langkah efisiensi di seluruh rantai bisnis. Walaupun, Sharp sendiri telah melakukan penyesuaian harga jual produk imbas tantangan tersebut.
"Hal ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara daya saing produk dan kualitas yang diterima konsumen," jelas Andry.
Selain itu, Sharp juga terus berusaha untuk memperkuat portofolio produk di berbagai segmen harga, sehingga konsumen memiliki lebih banyak pilihan sesuai kebutuhan.
Baca Juga: Industri Otobus Lesu: Penumpang Turun, Investasi Armada Baru Tertahan
Andry menambahkan, cuaca panas dan potensi El Nino sebenarnya mampu menjadi angin segar bagi penjualan produk pendingin seperti air conditioner (AC).
Namun demikian, ia menilai saat ini keputusan pembelian konsumen tidak hanya dipengaruhi oleh faktor cuaca.
"Pertimbangan harga, listrik, merek, kualitas produk, layanan purna jual, serta program promosi juga menjadi faktor penting bagi konsumen dalam menentukan keputusan pembelian," tandas Andry.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














