kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.669.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.922   12,00   0,07%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Strategi Total Bangun Persada (TOTL) Kejar Pendapatan Rp 3,8 Triliun pada 2028


Senin, 01 Desember 2025 / 17:32 WIB
Diperbarui Rabu, 10 Desember 2025 / 11:06 WIB
Strategi Total Bangun Persada (TOTL) Kejar Pendapatan Rp 3,8 Triliun pada 2028
ILUSTRASI. Proyek pembangunan gedung perkantoran di kawasan bisnis Jakarta, Jumat (26/2). KONTAN/Carolus Agus Waluyo/26/02/2016. Total Bangun Persada (TOTL) tetap mencatat kinerja operasional dan keuangan yang cukup menggembirakan sepanjang 2025. ?


Reporter: Vina Elvira | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah gejolak ekonomi global dan domestik, PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) tetap mencatat kinerja operasional dan keuangan yang cukup menggembirakan sepanjang 2025. 

Corporate Secretary TOTL Anggie S Sidharta mengungkapkan, sebagai respons terhadap tantangan-tantangan yang akan timbul, TOTL akan melanjutkan  sejumlah inisiatif strategis guna mempertahankan kinerja. 

“Antara lain menjaga kas tetap positif, melanjutkan dalam hal efisiensi dan optimalisasi pada kinerja serta biaya operasional agar dapat tetap sustain,” ungkap Anggie, kepada Kontan.co.id, pekan lalu. 

Baca Juga: Jurus Surya Semesta Internusa (SSIA) untuk Tingkatkan Kinerja pada 2026

Hingga pertengahan November 2025, realisasi kontrak baru perseroan telah mencapai sekitar Rp5,27 triliun, atau melampaui sekitar 5,3% dari target yang dipasang pada awal tahun.

Adapun, tender yang sedang diikuti hingga Oktober 2025 membentang sekitar Rp9,14 triliun, mencakup proyek gedung data center, industrial, multi fungsi, hotel, dan sektor lainnya.

Memasuki tahun 2026, TOTL memasang target yang cukup ambisius. Dari sisi keuangan dan operasional, Manajemen mengejar perolehan pendapatan sekitar Rp3,8 triliun, laba bersih sekitar Rp350 miliar, dan kontrak baru sebesar Rp5 triliun untuk tahun depan. 

“Perusahaan menilai persaingan berpotensi meningkat pada 2026, namun peningkatannya bersifat selektif, bukan merata di semua segmen. Dalam hal ini terbuka peluang-peluang dalam pelaksanaan proyek pada sektor Industri, hospitality dan utilitas,” jelasnya. 

Guna menjaga daya saing di tengah kompetisi, TOTL menyiapkan sejumlah strategi yang berfokus pada optimalisasi & efisiensi operasional, kapabilitas teknis, dan diferensiasi nilai tambah kepada klien. 

Pendekatan ini dirancang untuk menjaga profitabilitas sekaligus memperkuat posisi pasar di segmen gedung, industrial, dan proyek-proyek berteknologi tinggi.

Untuk mendukung ekspansi di tahun depan, perseroan mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (Capex) sekitar Rp10 miliar pada 2026, yang akan diarahkan untuk peralatan proyek serta perangkat dan software IT.

Baca Juga: Danantara Paparkan Rencana Kerja & Anggaran 2026: Kampung Haji hingga Waste to Energy

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×