kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Strategi Uni-Charm Indonesia (UCID) jaga harga jual di tengah kenaikan bahan baku


Rabu, 24 Februari 2021 / 19:40 WIB
ILUSTRASI. Strategi Uni-Charm Indonesia (UCID) jaga harga jual di tengah kenaikan bahan baku


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Uni-charm Indonesia Tbk (UCID) menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga stabilitas harga jual di pasar. Sekretaris Perusahaan Uni-charm Indonesia Vikry Ahmadi  mengakui saat ini terjadi kenaikan harga pulp sebagai bahan baku untuk popok.

Kendati harga bahan baku naik di awal tahun ini, Uni-charm Indonesia tidak serta merta melakukan penyesuaian harga. Ada beberapa upaya yang dilakukan untuk menjaga stabilitas harga. 

Vikry mengatakan UCID sebagai bagian dari Unicharm Group, menggunakan kekuatan pembelian (bahan baku) dengan skala besar untuk menjaga kestabilan harga jual.

"Selain itu, kami melakukan efisiensi cost untuk menghadapi kondisi ini," jelasnya kepada Kontan.co.id, Rabu (24/2).

Baca Juga: Genjot kinerja, Uni-Charm Indonesia (UCID) bersiap tingkatkan investasi tahun depan

UCID lebih berhati-hati menyesuaikan harga jual karena saat ini imbas pandemi Covid-19 telah mengubah pola konsumsi masyarakat yakni mencari produk yang lebih murah untuk berhemat.

Di sisi lain, sampai saat ini kondisi perekonomian belum stabil sehingga UCID masih memonitor kapan waktu yang tepat untuk menaikkan harga jual. "Selain itu kami juga harus memperhitungkan persaingan harga dengan kompetitor kami," kata Vikry.

Secara umum, UCID melihat  terjadi dua perubahan besar dalam bisnis popok dan pembalut saat ini, khususnya karena pandemi Covid-19.

Pertama, perubahan kontribusi saluran kanal penjualan,  konsumen cenderung berbelanja di modern channel dibandingkan dengan pasar tradisional. Kedua, Perubahan kebutuhan masyarakat di saat pandemi lebih mencari produk yang murah.

Selanjutnya: Ada rugi kurs, laba bersih Uni-Charm Indonesia (UCID) turun 39% hingga kuartal III

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×