kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.743.000   5.000   0,18%
  • USD/IDR 18.208   158,00   0,88%
  • IDX 5.434   -160,46   -2,87%
  • KOMPAS100 717   -19,64   -2,67%
  • LQ45 542   -15,43   -2,77%
  • ISSI 188   -6,20   -3,19%
  • IDX30 307   -9,38   -2,97%
  • IDXHIDIV20 380   -11,94   -3,05%
  • IDX80 82   -2,17   -2,59%
  • IDXV30 105   -1,97   -1,85%
  • IDXQ30 99   -3,68   -3,60%

Strategi XLSmart Telecom (EXCL) Jelang Penerapan SIM Biometrik pada 1 Juli 2026


Senin, 08 Juni 2026 / 11:45 WIB
Strategi XLSmart Telecom (EXCL) Jelang Penerapan SIM Biometrik pada 1 Juli 2026
ILUSTRASI. XLSmart Telecom Sejahtera (EXCL) siapkan sejumlah strategi di tahun 2026


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) menyiapkan sejumlah strategi operasional dan teknis untuk menghadapi rencana pemerintah menerapkan registrasi kartu SIM berbasis biometrik secara nasional mulai 1 Juli 2026.

Group Head Corporate Communication & Sustainability EXCL, Reza Mirza, menyampaikan dukungan terhadap kebijakan tersebut dan mulai melakukan penyesuaian sistem internal sebagai bagian dari transformasi proses registrasi pelanggan di industri telekomunikasi.

EXCL mengungkapkan, telah menyiapkan langkah menyeluruh agar implementasi kebijakan berjalan lancar tanpa mengganggu layanan pelanggan.

Baca Juga: Indonesia Buka Peluang Relaksasi Kuota Produksi Tambang Jika Harga Global Bagus

“XLSMART mendukung kebijakan registrasi SIM berbasis biometrik yang akan diterapkan pemerintah mulai 1 Juli 2026. Kami telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari penyesuaian sistem, integrasi teknologi verifikasi biometrik, hingga kesiapan operasional dan edukasi kepada pelanggan serta mitra distribusi agar implementasinya berjalan lancar,” ujar Reza kepada Kontan, Senin (8/6/2026).

Ia menjelaskan, strategi perseroan tidak hanya berfokus pada aspek teknologi, tetapi juga kesiapan ekosistem distribusi yang menjadi ujung tombak aktivasi kartu SIM di lapangan. Edukasi kepada pelanggan juga mulai diperkuat untuk memastikan proses transisi berjalan mulus.

Reza bilang, penerapan biometrik akan berdampak pada peningkatan kualitas data pelanggan di industri telekomunikasi. Sistem verifikasi yang lebih ketat dinilai dapat memperkecil potensi penyalahgunaan identitas serta memperkuat validitas basis pelanggan operator.

“Dengan proses verifikasi yang lebih akurat, data pelanggan menjadi lebih valid dan terjaga sehingga dapat meningkatkan kualitas basis pelanggan. Pada akhirnya, hal ini akan mendukung terciptanya ekosistem digital yang lebih aman, terpercaya, dan berkelanjutan bagi seluruh pihak,” kata Reza.

Sebagai informasi, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan bahwa proses registrasi kartu SIM bagi pelanggan baru nantinya wajib menggunakan teknologi biometrik, seperti pengenalan wajah. 

Kebijakan tersebut saat ini masih dalam tahap uji coba sebelum diberlakukan secara penuh pada 1 Juli 2026.

 

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, menyebutkan bahwa sistem registrasi yang selama ini hanya mengandalkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK) dinilai semakin rentan terhadap penyalahgunaan data identitas.

Ia menjelaskan, kajian dan pengujian terhadap penggunaan biometrik sebenarnya sudah mulai dilakukan sejak tahun lalu sebagai upaya memperkuat sistem verifikasi identitas digital dan menekan potensi fraud.

“Karena itu sejak tahun lalu kami sudah mulai melakukan studi serta uji coba penerapan biometrik ini,” ujar Edwin.

Edwin menambahkan, penerapan sistem ini merupakan bagian dari tanggung jawab bersama antara operator seluler dan pemerintah dalam menjaga keamanan ekosistem digital serta perlindungan pengguna layanan telekomunikasi.

Menurutnya, skema ini juga merupakan bentuk tanggung jawab industri (business responsibility) operator seluler dalam mendukung perlindungan masyarakat yang semakin aktif dalam aktivitas berbasis pertukaran data digital.

Baca Juga: Itama Ranoraya (IRRA) Fokus Perluas Jaringan Distribusi Alkes pada 2026

Ia memastikan, tidak ada biaya tambahan yang dibebankan kepada pelanggan dalam implementasi registrasi biometrik tersebut, karena seluruh beban pelaksanaan menjadi tanggung jawab operator seluler.

“Tidak ada biaya yang dibebankan kepada pelanggan,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×