Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) berfokus memperluas jangkauan pasar dalam melakukan distribusi alat kesehatan (alkes) sebagai salah satu strategi bisnis pada tahun ini.
Berdasarkan laporan keuangannya, sepanjang 2025, IRRA mengantongi pendapatan Rp 1,1 triliun atau meningkat sebesar 12,55% secara tahunan/year-on-year (YoY).
Adapun laba bersih juga tumbuh sebesar 23,03% YoY menjadi Rp 65,53 miliar dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp 53,3 miliar.
Manajemen IRRA mengungkap pertumbuhan kinerja keuangan tersebut ditopang sejumlah lini bisnis utama.
Baca Juga: Pasar Mobil Bekas Diprediksi Tetap Lesu hingga Akhir Tahun
Segmen produk diagnostik in vitro menjadi penyumbang utama dengan angka penjualan Rp 693,48 miliar. Capaian ini disusul oleh segmen alat kesehatan elektromedik steril yang menyumbang sebesar Rp 347,94 miliar, sedangkan segmen alat kesehatan non-elektromedik sebesar Rp 52,88 miIiar, dan kategori produk kesehatan penunjang lainnya sebesar Rp 5,91 miliar.
Direktur Utama Itama Ranoraya Heru Firdausi Syarif mengungkapkan, pertumbuhan pesat industri alat kesehatan saat ini mencerminkan optimisme menuju kemandirian sektor kesehatan nasional.
"Selaras dengan kebijakan pemerintah, kami akan terus memastikan kelancaran distribusi alat kesehatan demi meningkatkan efektivitas perawatan dan akurasi diagnosis di seluruh wilayah Indonesia," jelasnya dalam keterangan resmi, dikutip Senin (8/6/2026).
Untuk menjaga pertumbuhan jangka panjang, IRRA menyiapkan sejumlah strategi utama. Pertama, pada aspek operasional, perusahaan fokus meningkatkan kapasitas penjualan serta memperluas jaringan titik distribusi di berbagai daerah.
Kedua, perusahaan disebut terus memperluas kerja sama strategis. Kolaborasi ini dilakukan melalui kolaborasi dengan pihak swasta dan lembaga pemerintah, serta membangun kemitraan bersama prinsipal baru untuk memperkuat portofolio produk.
Baca Juga: Himpunan Kawasan Industri (HKI) Optimistis Investasi ke Indonesia Tetap Prospektif
Ketiga, melalui pendekatan komersial, IRRA memfokuskan bisnis pada penjualan produk alat kesehatan dalam negeri (AKD) milik grup perusahaan sebagai langkah substitusi impor, serta pengembangan teknologi medis seperti minimally invasive surgery.
Heru menambahkan bahwa fleksibilitas organisasi menjadi kunci utama dalam menghadapi perubahan pasar yang dinamis. Kondisi industri saat ini, menurutnya, menuntut perusahaan untuk bergerak lebih cepat.
"Melalui strategi ini, manajemen ingin memastikan perusahaan tidak hanya responsif terhadap peluang baru, tetapi juga memiliki pondasi operasional yang siap menghadapi kebutuhan di lapangan,” jelasnya.
Pada kuartal I-2026 ini, Heru menyebut permintaan terhadap alat kesehatan steril dan alat deteksi penyakit masih menunjukkan tren pertumbuhan yang positif.
"Kami berkomitmen untuk tetap adaptif dalam menyesuaikan dinamika pasar, sekaligus mendukung agenda transformasi kesehatan nasional yang dicanangkan pemerintah," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













