kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 17.959   -71,00   -0,39%
  • IDX 5.902   155,73   2,71%
  • KOMPAS100 783   23,11   3,04%
  • LQ45 589   20,16   3,54%
  • ISSI 202   4,81   2,44%
  • IDX30 335   12,48   3,87%
  • IDXHIDIV20 413   15,31   3,84%
  • IDX80 88   2,33   2,70%
  • IDXV30 111   2,33   2,15%
  • IDXQ30 108   3,73   3,59%

STT GDC Sebut Permintaan Data Center hingga Tahun 2030 Bakal Lebih dari 1 Giga Watt


Rabu, 10 Juni 2026 / 17:54 WIB
STT GDC Sebut Permintaan Data Center hingga Tahun 2030 Bakal Lebih dari 1 Giga Watt
ILUSTRASI. ST Telemedia Global Data Centers (STT GDC) Indonesia (KONTAN/Amalia Fitri)


Reporter: Zendy Pradana | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri data center saat ini tengah berkembang pesat di tengah pertumbuhan penggunaan Artificial Intelligence (AI).

ST Telemedia Global Data Centres (STT GDC) menyatakan bahwa permintaan penggunaan data center akan melebih 1 giga watt. Prediksi tersebut diperkirakan akan terjadi hingga tahun 2030.

"Saya melihat lebih dari 1 giga requirement saat ini dan ke depan more than that. Makanya projection-nya adalah di 2030," ujar Country Head STT GDC Indonesia, Hendrikus Hendra Gozali dalam acara STT Campus Expansion Ceremony di Cikarang, Bekasi, Rabu (10/6/2026).

Baca Juga: Asperindo Desak Pemerintah Batalkan Tarif Jasper dan SGHA untuk Layanan Kargo Udara

Hendrikus menjelaskan bahwa dirinya belum bisa memastikan berapa angka pasti permintaan ke depannya. Namun, dipastikan permintaan perkembangan data center akan tinggi.

"Jadi demand untuk itu besar dan teman-teman Indonesia, Enterprise Indonesia saya dengar mereka juga melakukan aplikasi AI dalam enterprise mereka," kata dia.

Menurutnya, pasar penggunaan AI di Indonesia saat ini masih tinggi. Sehingga, Hendrikus meyakini perkembangan data center akan semakin meningkat.

Saat ini STT GDC tengah melakukan perluasan ekspansi kampus pusat data yang dinamakan STT Jakarta Campus.

Perluasan ekspansi itu ditandai dengan mulainya beroperasi STT Jakarta 2, penyelesaian pembangunan struktur utama STT Jakarta 3, serta peletakan batu pertama STT Jakarta 5 dan STT Jakarta 6.

Perluasan ekspansi tersebut dilakukan juga sebagai bentuk memperkuat rencana pengembangan jangka panjang kapasitas IT berkelanjutan yang siap mendukung AI dengan total lebih dari 360 MW di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan komputasi awan, AI, dan infrastruktur digital yang terus meningkat.

Baca Juga: Satu Visi Putra (VISI) Kejar Pendapatan Tumbuh 5% hingga Akhir 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×