CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.529   -129,00   -0,73%
  • IDX 6.678   -8,24   -0,12%
  • KOMPAS100 877   0,02   0,00%
  • LQ45 664   -1,33   -0,20%
  • ISSI 234   0,36   0,15%
  • IDX30 369   -2,14   -0,58%
  • IDXHIDIV20 457   -1,61   -0,35%
  • IDX80 100   -0,15   -0,15%
  • IDXV30 127   -0,14   -0,11%
  • IDXQ30 118   -0,39   -0,33%

Kejar Efisiensi di Tengah Persaingan, SMGR Tekan Emisi Semen hingga 38%


Rabu, 09 September 2026 / 23:07 WIB
Kejar Efisiensi di Tengah Persaingan, SMGR Tekan Emisi Semen hingga 38%
ILUSTRASI. Semen Indonesia (SIG/dok)


Sumber: TribunNews.com | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) atau SIG erus menekan emisi produksi sekaligus mengejar efisiensi di tengah persaingan industri semen yang semakin ketat.

Salah satunya melalui pengembangan semen hijau yang memiliki intensitas emisi karbon hingga 38% lebih rendah dibandingkan semen konvensional.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi SIG untuk memperkuat daya saing melalui efisiensi operasional dan pengembangan produk bernilai tambah.

Strategi ini relevan di tengah tantangan industri semen yang masih menghadapi tekanan kapasitas berlebih dan utilisasi pabrik yang belum optimal.

Baca Juga: Semen Indonesia (SMGR) Perkuat Bisnis Semen Rendah Karbon

Direktur Operasi Semen Indonesia, Reni Wulandari mengatakan, transisi menuju konstruksi rendah emisi membutuhkan kolaborasi seluruh rantai nilai, termasuk penyediaan bahan bangunan rendah karbon.

“Keberlanjutan menjadi keunggulan di tengah kondisi industri yang kompetitif,” kata Reni dalam Indonesia Green Building Festival 2026 di Jakarta.

Untuk menekan emisi dari sisi produksi, SIG memanfaatkan bahan bakar alternatif berupa refuse-derived fuel (RDF) dari sampah perkotaan, limbah industri, dan biomassa. Tingkat thermal substitution rate (TSR) pabrik-pabrik SIG telah mencapai 25%.

Pemanfaatan bahan bakar alternatif tersebut juga terus diperbesar. Pada 2025, volume bahan bakar alternatif yang digunakan SIG meningkat 24% menjadi 681.000 ton.

SIG juga mengoptimalkan penggunaan energi melalui pemasangan panel surya dan Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG), yang memanfaatkan panas buang dari proses produksi untuk menghasilkan listrik.

Di sisi operasional, SIG menerapkan digitalisasi pabrik melalui penggunaan plant optimizer. Teknologi tersebut digunakan untuk mengoptimalkan proses produksi dan meningkatkan efisiensi biaya, serta akan diperluas ke pabrik-pabrik lainnya.

Baca Juga: Semen Indonesia (SMGR) Putuskan Tebar Seluruh Laba 2025 Sebagai Dividen

Upaya dekarbonisasi tersebut menghasilkan portofolio semen hijau dengan emisi karbon hingga 38% lebih rendah dibandingkan semen konvensional, namun tetap memenuhi standar kualitas sesuai peruntukannya.

SIG kini memiliki sejumlah varian semen hijau yang telah memperoleh sertifikasi Green Label, termasuk PwrPro dan MaxStrength Pro. Perusahaan juga mengembangkan produk turunan semen seperti beton berpori, beton cepat kering, beton dekoratif, serta paving block berpori.

Strategi tersebut sejalan dengan transformasi bisnis SIG yang menempatkan keunggulan biaya dan efisiensi sebagai salah satu pilar utama perusahaan. SIG juga memperkuat bisnis produk turunan dan solusi bangunan untuk meningkatkan nilai tambah dari bisnis semen.

Selain menekan emisi, produk SIG yang dipasarkan di Indonesia memiliki kandungan komponen dalam negeri atau TKDN lebih dari 90% dan telah memenuhi standar SNI. Perusahaan menilai kombinasi efisiensi, produk rendah karbon, dan kandungan lokal tersebut dapat memperkuat daya saing SIG di pasar domestik maupun global.

Baca Juga: Bidik Pasar AS, Semen Indonesia (SMGR) Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban

Sebelumnya, SIG telah memperluas pasar ekspor semen hingga ke Reunion Island, Prancis, dengan pengiriman perdana 11.275 metrik ton pada Mei 2026. Perusahaan menyebut produk semen hijau menjadi salah satu keunggulan kompetitif dalam ekspansi pasar global.

Sumber: https://surabaya.tribunnews.com/bisnis/1949227/solusi-bangunan-masa-depan-sig-dorong-bahan-material-rendah-emisi-di-lima-kota-besar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×