kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.427.000   7.000   0,49%
  • USD/IDR 16.160
  • IDX 7.321   96,85   1,34%
  • KOMPAS100 1.149   10,13   0,89%
  • LQ45 923   12,71   1,40%
  • ISSI 219   0,62   0,28%
  • IDX30 461   6,63   1,46%
  • IDXHIDIV20 555   8,24   1,51%
  • IDX80 129   1,33   1,04%
  • IDXV30 130   1,58   1,24%
  • IDXQ30 156   2,26   1,48%

Tahun Ini, Jababeka (KIJA) Bakal Bangun Silicon Valley di Cikarang


Kamis, 21 Juli 2022 / 22:27 WIB
Tahun Ini, Jababeka (KIJA) Bakal Bangun Silicon Valley di Cikarang
ILUSTRASI. Logo PT Jababeka Tbk (KIJA).


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) bakal membangun proyek kawasan industri khusus perusahaan teknologi alias Silicon Valley di semester dua tahun ini.

Proyek ini turut menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), PT Bisa Artifisial Indonesia (BISA AI), dan Indogen Capital. Adapun KIJA dengan ketiga mitra ini telah teken nota kesepahaman pada Kamis (21/7).

Direktur Utama Jababeka Infrastruktur Tjahjadi Rahardja menjelaskan, proyek ini bakal dibangun di atas luas tanah 60 hektare (ha) di Cikarang, yang nantinya akan dilengkapi infrastruktur pendukung.

"Silicon Valley ini akan launching di 29 Juni ini dan proyek ini memang bukan hanya untuk start up tapi perusahaan high technology," kata Tjahjadi dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (21/7),

Pria yang menjabat sebagai Wakil Direktur Utama KIJA ini bilang proyek Silicon Valley ini mendorong perusahaan rintisan atau startup untuk bisa menyasar pasar ke industri atau pabrik.

Baca Juga: Permintaan Tinggi, Argon Group Fokus Bangun Pabrik Alat Kesehatan di Jababeka

Di lain sisi, Tjahjadi bercerita sejak dua sampai tidak tahun lalu, KIJA telah ditinggalkan oleh industri padat karya seiringan dengan kenaikan harga UMR di kawasan Bekasi.

Hingga Juni 2022, KIJA telah memiliki lebih dari 2.000 tenant dan berasal lebih dari 30 manca negara baik skala UMKM dan besar. Dengan jumlah tenant asing sendiri porsinya sekitar 30%.

Untuk Kawasan Industri Jababeka–Cikarang, hingga Juni jumlah tenant asing dan domestik sekitar 30:70 dengan sektor industri yang bervariasi seperti automotive, electronic, Fast-moving consumer goods (FMCG), dan F&B.

"Industri padat karya sudah mulai pergi dari Jababeka ke daerah Jawa Tengah dan Subang sejak dua atau tiga tahun lalu. Meski begitu, seiringan dengan masuknya bisnis data center," ucap dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Pre-IPO : Explained Supply Chain Management on Efficient Transportation Modeling (SCMETM)

[X]
×