kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   20.000   0,73%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Siloam Gandeng Fujifilm Mengembangkan Ekosistem Kesehatan Berbasis Teknologi


Jumat, 29 Mei 2026 / 20:23 WIB
Siloam Gandeng Fujifilm Mengembangkan Ekosistem Kesehatan Berbasis Teknologi
ILUSTRASI. Kerjasama Fujifilm dan Siloam (Dok/Fujifilm)


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Transformasi layanan kesehatan di Indonesia semakin mengarah pada integrasi teknologi berbasis kecerdasan artifisial (AI), penguatan kapabilitas klinis, serta pengembangan pendidikan tenaga medis

Seiring meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan yang lebih presisi dan efisien, kolaborasi lintas industri menjadi langkah penting dalam mempercepat modernisasi sistem kesehatan nasional.

Tren tersebut mendorong institusi layanan kesehatan dan perusahaan teknologi medis memperkuat sinergi untuk menghadirkan ekosistem kesehatan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan. Tidak hanya berfokus pada pengadaan teknologi, kerjasama kini mulai diarahkan pada pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kualitas diagnosis, hingga perluasan akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

Maka, Fujifilm Indonesia dan Siloam International Hospitals menjalin kemitraan untuk mempercepat transformasi layanan kesehatan di Indonesia. Kolaborasi ini menggabungkan keahlian Fujifilm di bidang teknologi imaging, AI klinis, dan pelatihan medis dengan kapabilitas layanan kesehatan Siloam. 

Sebagai langkah awal, kedua institusi akan menghadirkan solusi AI klinis untuk mendukung proses skrining, meningkatkan akurasi diagnosis, serta mengoptimalkan efisiensi alur kerja klinis.

Salah satu agenda utama dalam kerja sama ini adalah pembentukan Endoscopy Training Center. Langkah ini guna memperkuat kapabilitas klinis Indonesia dalam prosedur gastroenterologi tingkat lanjut.

Kedua pihak juga menjajaki inisiatif penanganan tuberkulosis melalui pemanfaatan sistem X-ray portabel berbasis AI untuk mendukung kegiatan skrining di wilayah terpencil dan area dengan akses layanan kesehatan terbatas.

Baca Juga: Pelemahan Rupiah Bawa Berkah pada Industri Pariwisata, Wisman Banyak ke Bali

“Masa depan layanan kesehatan tidak lagi ditentukan teknologi semata, tapi oleh bagaimana teknologi tersebut terintegrasi dalam sebuah sistem yang mampu memberikan dampak nyata bagi pasien dan tenaga medis,” ujar Teiichi Goto, President and CEO Fujifilm Holdings Corporation, dalam keterangannya, Selasa (26/5) 

CEO Siloam International Hospitals, Caroline Riady mengatakan, transformasi layanan kesehatan harus dimulai dari penguatan kapabilitas klinis dan peningkatan standar layanan agar masyarakat dapat memperoleh akses kesehatan berkualitas lebih dekat.

“Melalui kolaborasi dengan Fujifilm Indonesia, kami ingin mempercepat inovasi layanan kesehatan melalui diagnostik canggih, pendidikan medis, dan pelatihan klinis,” kata Caroline.

Menurut Caroline, kemitraan ini juga mendukung rencana Siloam menjadi pusat pelatihan dan pembelajaran regional. Sehingga masyarakat Indonesia dapat mengakses layanan kesehatan berstandar internasional tanpa perlu berobat ke luar negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×