kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Taiwan bidik Indonesia untuk pindahkan pabrik petrokimia senilai US$ 20 miliar


Kamis, 07 April 2011 / 13:42 WIB
ILUSTRASI. Petugas menunjukkan perbedaan Paspor Elektronik atau e-passport (kiri) dengan paspor biasa saat penerbitan Paspor Elektronik perdana di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai, Badung, Bali, Rabu (20/11/2019). Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai,


Sumber: AP | Editor: Rizki Caturini

TAIPEI. Pemerintah Taiwan berencana akan memindahkan lokasi pembangunan kompleks petrokimia di Taiwan ke luar negeri. Menteri Ekonomi Taiwan Shih Yen-hsiang menyatakan, pihaknya membidik daerah-daerah di Malaysia dan Indonesia untuk membangun pabrik yang membutuhkan biaya sekitar US$ 20 miliar itu.

Sejatinya, pabrik petrokimia untuk penyulingan minyak mentah dan memproduksi etilena di daerah Changhua, Taiwan telah terhenti selama lima tahun, setelah gagal melewati serangkaian tes lingkungan.

Para penduduk sekitar menyatakan, kompleks tersebut bakal menyebabkan kepunahan beberapa hewan seperti lumba-lumba yang sering berkumpul di perairan sekitar Changhua.

The Kuokuang Complex, yang menjadi proyek kerjasama Chinese Petroleum Corporation Taiwan dan beberapa investor itu, akan di jalankan di daerah Changhua. Pabrik ini dijadwalkan untuk menggantikan fasilitas pabrik yang telah tua dan akan ditutup tahun 2015 mendatang.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×