kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.910   28,00   0,17%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Tak banyak ekspansi, capex Bisi hanya Rp 63 miliar


Kamis, 04 Juni 2015 / 16:16 WIB
ILUSTRASI. Hanya Rp 2 Jutaan, Simak Deretan Keunggulan Realme C67 Indonesia


Reporter: Mona Tobing | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. PT Bisi International Tbk menyiapkan capex atau belanja modal sebesar Rp 63 miliar di tahun ini. Belanja modal tersebut lebih kecil dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp 81 miliar. Hal itu dikarenakan, tahun ini Bisi tengah menahan diri dalam berekspansi.

Anggaran capex tahun ini, rencananya akan digunakan untuk menyelesaikan pembangunan pabrik pestisida di Mojokerto.

“Tahun ini kami tidak banyak melakukan penambahan fasilitas baru, fasilitas kami sudah cukup lengkap. Apalagi dengan pabrik baru nanti," ujar Jemmy Eka Putra, Direktur Utama Bisi kepada KONTAN belum lama ini.

Dari total Rp 63 miliar, dana yang digunakan untuk penyelesaian pabrik pestisida adalah sebesar Rp 38 miliar. Pabrik yang memiliki luas 2,8 hektare tersebut akan memproduksi tiga jenis pestisida baru yakni pestisida granular, suspension concentrate (sc) dan block bait (umpan tikus).

Kapasitas produksi tiga produk tersebut yakni granular sebanyak 15.000 ton per tahun, SC sebesar 950 ton per tahun, dan umpan tikus sebanyak 500 ton per tahun.

Sedangkan sisa dana capex yang sebesar Rp 25 miliar akan dialokasikan untuk pengembangan fasilitas pabrik. Misalnya untuk penggunaan unit dryer yang tadinya menggunakan bahan bakar solar diubah menjadi bahan bakar bio massa yang biayanya Rp 7 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×