Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), mendorong transformasi industri mebel nasional agar tidak hanya mengandalkan keunggulan bahan baku, tetapi juga mampu meningkatkan nilai tambah melalui desain, teknologi, dan penguatan merek di pasar global.
Ketua Umum HIMKI Abdul Sobur mengatakan, Indonesia memiliki sejumlah keunggulan dibanding negara pesaing, mulai dari ketersediaan kayu, rotan, bambu, dan berbagai material alami hingga kekuatan craftsmanship yang dimiliki para perajin di berbagai sentra produksi.
Namun menurutnya, keunggulan tersebut belum cukup apabila tidak diikuti peningkatan produktivitas, konsistensi kualitas, efisiensi produksi, dan penguasaan pasar.
Baca Juga: Meski Order Melambat, HIMKI Optimistis Ekspor Mebel Tembus US$ 6 Miliar
“Indonesia harus bergerak dari sekadar menjadi negara pemasok menjadi negara yang menguasai desain, merek, distribusi, data buyer, dan pengalaman pelanggan,” ujar Abdul kepada KONTAN, Rabu (22/7/2026).
Untuk mendukung transformasi tersebut, HIMKI mendorong pemerintah memperkuat akses pembiayaan ekspor, termasuk modal kerja, pembiayaan purchase order, buyer’s credit, penjaminan, serta asuransi ekspor yang lebih mudah diakses pelaku usaha.
Selain itu, dukungan terhadap sertifikasi, pembangunan sistem traceability, pemenuhan ketentuan EUDR, hingga penyediaan laboratorium pengujian dinilai perlu diperluas, terutama bagi pelaku usaha kecil dan menengah.
Di sektor produksi, HIMKI juga meminta pemerintah memperkuat program restrukturisasi mesin, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mempercepat pengembangan teknologi manufaktur agar industri nasional mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi.
Tak kalah penting, promosi ekspor dinilai perlu bergeser dari sekadar penyelenggaraan pameran, menjadi pembangunan ekosistem penetrasi pasar. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui business matching, penyediaan market intelligence, pembangunan showroom bersama, gudang konsolidasi, hingga pembentukan hub bisnis Indonesia di negara tujuan ekspor.
Menurut HIMKI, transformasi tersebut menjadi langkah penting agar industri mebel nasional tidak hanya mempertahankan daya saing di pasar internasional, tetapi juga mampu memperbesar nilai ekspor melalui produk berdaya saing tinggi, berkelanjutan, dan memiliki identitas Indonesia yang kuat.
Baca Juga: Temuan Skrining Perkuat Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Secara Berkala
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
