kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Tambah landasan di Soetta, 10 desa bisa tergusur


Jumat, 10 Januari 2014 / 20:32 WIB
ILUSTRASI. Petugas melayani pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU 64.761.02 Jalan Mayjend Sutoyo, Gunung Malang Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (18/4/2022). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/rwa.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Hingga saat ini pemerintah belum ingin membangun landasan 3 di Bandara Soekarno Hatta. Pasalnya ada banyak kendala yang harus dihadapi dalam pembangunan landasan 3 tersebut.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menjelaskan untuk bisa membangun landasan 3, pemerintah harus membebaskan lahan seluas 800 ha. Di dalam lahan tersebut, pemerintah juga harus menggusur 3 kecamatan dengan 10 desa di dalamnya.

"Untuk membangun landasan 3 harus membebaskan tanah 800 hektar itu menyangkut 10 desa 3 kecamatan," ujar Dahlan, Jumat (10/1).

Selain itu, anggaran yang dibutuhkan untuk membangun landasan 3 Soekarno Hatta membutuhkan anggaran Rp 40 triliun. Dengan dana investasi sebesar itu, Dahlan menilai pembangunan landasan 3 belum terlalu dibutuhkan.

"Nah kalau Bandara Soekarno Hatta dengan 2 landasan bisa 90 kali penerbangan, urgensi bangun landasan ketiga nggak perlu lagi," ungkap Dahlan.

Dahlan pun mengaku pesimis jika landasan 3 dibangun, akan selesai dalam waktu lima tahun, mengingat kendala yang sangat banyak, Dahlan lebih memilih landasan 2 penggunaannya harus maksimal.

"Saya tidak optimis bisa terlaksana dalam waktu 5 tahun," papar Dahlan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×