kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Tanpa pabrik di Indonesia, tak bisa gabung AISI


Senin, 19 September 2016 / 13:54 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia atau AISI, merupakan wadah yang menaungi produsen kendaraan roda dua di Indonesia. Konsorsium ini juga yang nantinya bakal jadi mediator, antara pebisnis sepeda motor tersebut dengan pemerintah, sebagai pembuat regulasi.

Namun ternyata, tidak semua merek sepeda motor yang ada di Indonesia, ada di bawah payung AISI. Dari beragam merek, yang asalnya dari Jepang, China, Eropa, India, dan Amerika, hanya ada lima yang menjadi anggota, seperti Honda, Yamaha, Kawasaki, Kanzen, Suzuki, dan TVS.

Mengapa begitu?

Sigit Kumala, Ketua Bidang Komersial Asosisasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) mengiyakan, kalau tidak semua merek menjadi anggota AISI. Dirinya mengatakan, ada syarat khusus yang ditetapkan, salah satunya adalah memiliki pabrik di Indonesia.

“Syarat utama kami yaitu memiliki pabrik terlebih dahulu. Karena, ide dari pendirian ini juga agar para produsen ingin berinvestasi di Indonesia,” ujar Sigit saat berbincang dengan KompasOtomotif, Minggu (29/8).

Sigit melanjutkan, tentunya dengan investasi, dapat memberikan efek positif di dalam negeri, di antaranya terbuka lapangan pekerjaan. “Jadi bakal repot kalau kita hanya jadi negara pengimpor saja,” ujar Sigit.

Dalam setiap kegiatannya, tentu  AISI akan lebih memprioritaskan segala kebutuhan dan keinginan anggota, dibanding dengan yang bukan. Ini bisa merangsang merek-merek yang belum memiliki pabrik, segera berinvestasi di Indonesia. (Ghulam Muhammad Nayazri)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×