kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Target pengurus baru PGAS: Realisasikan harga gas industri dan perbaikan kinerja


Jumat, 15 Mei 2020 / 17:38 WIB
ILUSTRASI. Staf Khusus Menteri BUMN Arya Mahendra Sinulingga


Reporter: Dimas Andi | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) menghasilkan beberapa keputusan. Salah satunya perubahan sejumlah posisi di jajaran direksi dan komisaris perusahaan tersebut, termasuk Direktur Utama PGAS yang berganti dari Gigih Prakoso ke Suko Hartono.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, pergantian pengurus inti PGAS sudah pasti berhubungan dengan target-target yang telah ditetapkan oleh pemerintah termasuk Kementerian BUMN.

“Sudah pasti masalah penurunan harga gas industri menjadi target bagi direksi baru,” kata dia kepada Kontan.co.id, Jumat (15/5).

Baca Juga: PGN rombak jajaran direksi dan komisaris, Arcandra Tahar jadi komisaris utama

Asal tahu saja, belum lama ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menerbitkan aturan baru harga gas sebesar US$ 6 per MMBTU untuk 7 sektor industri dan sektor ketenagalistrikan.

Salah satu beleid yang dimaksud adalah Peraturan Menteri ESDM Nomor 8 Tahun 2020 tentang Tata Cara Penetapan Pengguna dan Harga Gas Bumi Tertentu di Bidang Industri.

Di samping itu, pergantian jajaran direksi dan komisaris yang baru diharapkan membawa harapan akan perbaikan kinerja keuangan PGAS yang belakangan ini menurun. “Direksi baru targetnya memang memperbaiki kinerja perusahaan,” tambah Arya.

Sekadar catatan, di akhir kuartal I-2020, PGAS mengalami penurunan pendapatan sebesar 0,28% (yoy) menjadi US$ 873,81 juta. Laba bersih perusahaan pelat merah ini juga anjlok 26,62% (yoy) menjadi US$ 47,77 juta.

Baca Juga: Menteri BUMN tunjuk Suko Hartono sebagai Direktur Utama PGN

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×