kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Target pertumbuhan listrik 8.000 MW per tahun


Rabu, 14 September 2016 / 17:11 WIB


Reporter: Febrina Ratna Iskana, Febrina Ratna Iskana | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Biarpun pertumbuhan ekonomi tidak secemerlang harapan pemerintah, namun pemerintah berharap pertumbuhan listrik bisa terus meningkat. Menteri Kordinator bidang Kemaritiman sekaligus Plt Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah ingin pertumbuhan listrik mencapai 8.000 megawatt (MW) per tahun.

"Kalau pertumbuhan ekonomi kita 6%, pertumbuhan listrik plus 3% menjadi 9% dari kapasitas terpasang sekarang,” kata Luhut pada Rabu (14/9).

Padahal sebelumnya, Direktur Utama PLN Sofyan Basir menyebut, peningkatan pembangunan pembangkit listrik baru bisa mencapai 5.000 MW. "Selama ini 2.000 MW-3.000 MW per tahun. Kalau 25.000 MW kan sudah naik 5.000 MW per tahun,"ungkap Sofyan pada awal September lalu.

Peningkatan pertumbuhan listrik hingga 8.000 MW per tahun ini dilakukan agar bisa memenuhi target proyek pembangkit listrik 35.000 MW yang dicanangkan Presiden Joko Widodo. Pasalnya Luhut menyebut pada 2019 mendatang kemungkinan besar hanya akan ada tambahan kapasitas listrik sebesar 20.000 MW-25.000 MW dari megaproyek 35.000 MW.

"Sisanya sudah financial closing dan under construction, mungkin akan selesai di 2020 atau 2021. Itu sudah bagus," kata Luhut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×