kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Tarif taksi normal selama harga BBM tak naik


Rabu, 25 Desember 2013 / 16:41 WIB
ILUSTRASI. Gedung kantor pusat Bank Rakyat Indonesia di kawasan Semanggi, Jakarta Pusat.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Chairman of Blue Bird Group Bayu Priawan menegaskan taksi Bluebird tak akan menaikkan tarifnya dalam waktu dekat ini. Perusahaan taksi baru akan menaikkan tarifnya jika terjadi inflasi yang disebabkan kenaikan harga BBM bersubsidi.

"Kalau harga BBM naik otomatis inflasi naik," ujar Bayu, Rabu (25/12) seperti dikutip dari Tribunnews.com.

Untuk itu, Bayu berharap pemerintah DKI Jakarta tidak menghapus BBM subsidi. Dengan begitu biaya yang dikeluarkan Taksi untuk membeli BBM tidak mengalami kenaikan.

Bayu menjelaskan faktor-faktor yang membuat kenaikan tarif taksi adalah harga suku cadang, inflasi ekonomi negara, dan kenaikan harga BBM. Namun komponen paling utama adalah harga BBM yang bisa memberatkan pengemudi taksi.

"Dari sisi biaya, salah satu BBM, sparepart, termasuk dari sisi penghasilan pengemudi," ungkap Bayu.

Jika harga suku cadang taksi naik, namun hal itu tidak langsung menaikkan tarif. Begitu juga kenaikan upah minimum provinsi, Bayu menegaskan perusahaan taksi sekelas Blue Bird telah mengupah karyawannya dengan baik.

"Upah karyawan baru pengemudi Blue Bird sudah diatas rata-rata UMP," jelas Bayu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×