kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Tarif taksi normal selama harga BBM tak naik


Rabu, 25 Desember 2013 / 16:41 WIB
Tarif taksi normal selama harga BBM tak naik
ILUSTRASI. Gedung kantor pusat Bank Rakyat Indonesia di kawasan Semanggi, Jakarta Pusat.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Chairman of Blue Bird Group Bayu Priawan menegaskan taksi Bluebird tak akan menaikkan tarifnya dalam waktu dekat ini. Perusahaan taksi baru akan menaikkan tarifnya jika terjadi inflasi yang disebabkan kenaikan harga BBM bersubsidi.

"Kalau harga BBM naik otomatis inflasi naik," ujar Bayu, Rabu (25/12) seperti dikutip dari Tribunnews.com.

Untuk itu, Bayu berharap pemerintah DKI Jakarta tidak menghapus BBM subsidi. Dengan begitu biaya yang dikeluarkan Taksi untuk membeli BBM tidak mengalami kenaikan.

Bayu menjelaskan faktor-faktor yang membuat kenaikan tarif taksi adalah harga suku cadang, inflasi ekonomi negara, dan kenaikan harga BBM. Namun komponen paling utama adalah harga BBM yang bisa memberatkan pengemudi taksi.

"Dari sisi biaya, salah satu BBM, sparepart, termasuk dari sisi penghasilan pengemudi," ungkap Bayu.

Jika harga suku cadang taksi naik, namun hal itu tidak langsung menaikkan tarif. Begitu juga kenaikan upah minimum provinsi, Bayu menegaskan perusahaan taksi sekelas Blue Bird telah mengupah karyawannya dengan baik.

"Upah karyawan baru pengemudi Blue Bird sudah diatas rata-rata UMP," jelas Bayu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×