CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Tekan defisit, impor migas harus dikurangi


Rabu, 01 September 2010 / 18:20 WIB


Reporter: Asnil Bambani Amri

JAKARTA. Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menilai, defisit yang terjadi saat ini harus diatasi dengan mengurangi ketergantungan akan impor minyak bumi dan gas. Pasalnya, bila tidak dikendalikan, maka dikhawatirkan defisit perdagangan untuk sektor migas semakin menggemuk.

“Saatnya mengurangi ketergantungan impor,” kata Mari usai melakukan rapat kerja di komisi VI, DPR RI, Rabu (1/9).

Mari menyebutkan, ada banyak langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi ketergantungan impor migas tersebut. Diantaranya, membuat kebijakan untuk mengurangi konsumsi di dalam negeri dan melakukan diversifikasi ke produk yang bisa di produksi di dalam negeri seperti biodiesel.

“Langkah untuk mengurangi defisit tersebut sudah dilakukan,” kata Mari.

Menurut Mari, pemerintah sudah memberikan stimulus kepada industri yang menggunakan biodisel dan yang memproduksi biodiesel. Selain itu, pemerintah juga sudah mengatur ketentuan campuran biodisel pada solar yang dijual di SPBU.

“Penggunaan biodisel merupakan strategi jangka menengah untuk mengurangi ketergantungan impor,” jelas Mari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×