Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Tendi Mahadi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ikatan Pengusaha Kenshusei Indonesia (Ikapeksi) melakukan audiensi dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Gedung Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (28/8). Pertemuan tersebut membahas potensi alumni Kenshusei dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM), produktivitas, kewirausahaan, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
Ketua Ikapeksi, Pranyoto Widodo menyampaikan bahwa pengalaman pemagangan di Jepang memiliki nilai strategis yang lebih besar daripada sekadar kesempatan bekerja di luar negeri. Menurut dia, para Kenshusei mendapatkan pengalaman langsung mengenai etos kerja, kedisiplinan, produktivitas, tanggung jawab, budaya keselamatan, serta pola kerja yang sistematis selama berada di Jepang.
“Yang kami bawa dari Jepang bukan hanya penghasilan, tetapi juga etos kerja dan pengalaman. Ketika kembali ke Indonesia, pengalaman tersebut dapat menjadi modal untuk membangun usaha, meningkatkan produktivitas dan membuka lapangan pekerjaan,” ujar Pranyoto dalam keterangannya, Sabtu (29/8).
Ia mengungkapkan, penghasilan pekerja Indonesia di Jepang juga memberikan dampak langsung terhadap ketahanan ekonomi keluarga.
Baca Juga: Akan Ada BLU Energi, Begini Tanggapan Pengusaha Tambang
Penghasilan tersebut tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga pendidikan anak, pembangunan rumah, tabungan, hingga modal usaha setelah kembali ke Indonesia.
Alumni Kenshusei, disebutnya memiliki potensi menjadi jembatan antara kebutuhan sumber daya manusia Jepang dengan pembangunan ekonomi Indonesia.
Saat ini, Ikapeksi memiliki jejaring di berbagai daerah melalui 25 Dewan Pengurus Daerah (DPD) di Indonesia. Jaringan pengusaha alumni juga bergerak di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, perdagangan, pertanian, peternakan, pendidikan, kuliner, jasa hingga berbagai bidang usaha lainnya.
Potensi tersebut dinilai dapat dikembangkan untuk memperkuat kontribusi alumni Kenshusei setelah menyelesaikan program pemagangan dan kembali ke Indonesia.
Pranyoto menegaskan, pihaknya juga tidak ingin berjalan sendiri. Organisasi tersebut siap menjadi mitra pemerintah dalam memperkuat ekosistem pemagangan dan penempatan tenaga kerja ke Jepang sekaligus memastikan adanya pemberdayaan bagi alumni setelah kembali ke Indonesia.
Baca Juga: Amvesindo: Masuknya Dana Jumbo ke Startup Lokal Jadi Angin Segar Industri
“Salah satu program yang dijalankan adalah SMART IKAPEKSI atau Seleksi Magang Jepang Rekrutmen Terpadu. Program tersebut telah dilaksanakan di sejumlah daerah, antara lain Grobogan, Ponorogo dan Cilacap,” paparnya.
Ikapeksi juga membangun komunikasi dan jejaring dengan berbagai pihak di Indonesia maupun Jepang, termasuk Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), IM Japan, Japan Foundation, JICA, serta Kedutaan Besar Jepang.
Dalam audiensi tersebut, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan respons positif terhadap sejumlah masukan dan aspirasi yang disampaikan Ikapeksi Wapres turut mengelaborasi berbagai persoalan dan peluang yang disampaikan.
Terutama terkait bagaimana pengalaman kerja dan pemagangan di Jepang dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi Indonesia setelah para peserta kembali ke Tanah Air.
Gibran juga menyatakan komitmen untuk menindaklanjuti berbagai masukan tersebut melalui kementerian dan lembaga terkait.
Dengan demikian, aspirasi Ikapeksi diharapkan dapat terkoneksi dengan program-program pemerintah yang telah berjalan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














