kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Tenggat waktu Holding BUMN Farmasi semakin dekat


Selasa, 07 Mei 2019 / 14:53 WIB

Tenggat waktu Holding BUMN Farmasi semakin dekat


KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Progress perusahaan Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) farmasi terus bergulir. Pihak Kementerian BUMN optimis keberadaan holding bakal sesuai rencana, dan hal ini juga menanti kesiapan para industri farmasi yang bakal menjadi holding tersebut.

Seperti yang diketahui, paling tidak semester I 2019 ini rencana pembentukan holding tersebut yang meliputi, PT Bio Farma, PT Kimia Farma Tbk (KAEF), PT Indofarma Tbk (INAF) dan PT Phapros Tbk (PEHA) dapat direalisasikan.

Wahyu Kuncoro, Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN mengatakan cukup optimis dapat terealisasi di semester ini. "Saat ini sudah pembahasan antar kementerian," ujarnya ditemui disela Rapat Umum Pemegang Saham INAF, Selasa (7/5). Paling tidak Juni 2019 ini holding tersebut sudah siap dijalankan.

Lebih lanjut Wahyu memaparkan bahwa saat ini progressnya tengah diharmonsasikan antar kementerian, dimana saat ini masih berada di tangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Dalam RUPS INAF dan KAEF di hari Selasa ini (7/5), perihal holding belum dibicarakan, Wahyu Kuncoro pun belum dapat membeberkan proses skema holding berikutny.

Seperti yang diketahui, KAEF baru saja mengakuisisi saham PEHA di awal tahun ini yang menjadi landasan untuk memparalelkan konektivitas antar perusahaan farmasi plat merah. Salah satu cita-citanya ialah mengurangi kebutuhan bahan baku farmasi impor.

Adapun Wahyu turut membeberkan beberapa rencana kedepannya setelah holding BUMN farmasi terlaksana. "Ke depan akan konsolidasi rumah sakit BUMN, tapi masih tahapan berikutnya," sebutnya.

Setidaknya ada 74 rumah sakit BUMN, termasuk yang dimiliki Pertamina dan PELNI, berpotensi dikonsolidasikan ke holding BUMN farmasi. Mengenai rencana ini pihak Kementerian BUMN belum dapat membagikan detilnya.

Yang jelas bagi Honesti Basyir, Direktur KAEF holding ini bakal memperkuat kekuatan bisnis perusahaan plat merah tersebut. "Setelah holding ini maka kami akan tata dan mapping dulu kekuatan masing-masing. Teknisnya nanti tunggu arahan," urainya ditemui sebelum RUPS KAEF berlangsung, Selasa (7/5).

Usai holding, kata Honesti, KAEF akan right issue di tahun ini dengan target raupan dana Rp 2 triliun - Rp 3 triliun. Diharapkan pasca right issue itu free float saham KAEF akan bertambah.

Sementara bagi Herry Triyatno, Direktur Keuangan INAF dengan mapping masing-masing perusahaan akan mendapati speciality-nya. "Seperti kami yang contohnya punya (line up) produk generik, herbal dan bahan baku," katanya usai RUPS INAF, Selasa (7/5).

INAF saat ini terbilang getol bekerjasama dengan banyak brand dan produsen produk farmasi di tingkat global. Ditargetkan 9 kerjasama baik Joint Operation maupun Joint Venture bakal segera dilakukan guna meningkatkan portofolio produk yang punya margin tinggi.


Reporter: Agung Hidayat
Video Pilihan


Close [X]
×