kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Kimia Farma (KAEF) resmi akuisisi saham Phapros Rp 1,36 triliun dari RNI


Rabu, 27 Maret 2019 / 11:17 WIB
Kimia Farma (KAEF) resmi akuisisi saham Phapros Rp 1,36 triliun dari RNI


Reporter: Agung Hidayat | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kimia Farma Tbk (KAEF) hari Rabu ini, (27/3) baru saja menuntaskan akuisisi saham PT Phapros Tbk (PEHA) dari yang semula dimiliki oleh PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) alias RNI. Sebanyak 56,77% atau sekitar 476 juta lembar saham PEHA yang dimiliki RNI semuanya dimiliki oleh KAEF saat ini.

Wahyu Kuncoro, Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN mengatakan bahwa pemerintah mengapresiasi langkah ini. "Kurang dari enam bulan sudah bisa eksekusi, hari ini lah Phapros resmi menjadi anak usaha Kimia Farma," sebutnya saat penandatangan jual-beli berlangsung, Rabu (27/3).

Lebih lanjut Wahyu memaparkan aksi korporasi ini diwujudkan sebagai langkah awal yanh paralel untuk mewujudkan holding BUMN Farmasi.

Mengutip instruksi Menteri BUMN, Wahyu menyebutkan nantinya leader holding BUMN farmasi dipegang PT Bio Farma. Paling tidak semester I 2019 ini rencana pembentukan holding tersebut yang meliputi, PT Bio Farma, PT Kimia Farma Tbk (KAEF), PT Indofarma Tbk (INAF) dan PT Phapros Tbk (PEHA) dapat direalisasikan.

Selain penciptaan holding BUMN farmasi, Wahyu juga turut menyebutkan rencana holding BUMN kawasan industri yang nantinya bakal dipimpin oleh RNI. Oleh karenannya kedepan diharapkan RNI dapat melepaskan unit-unit usahanya di luar bisnis kawasan seperti divisi distribusi dan produk kesehatan.

"Jadi bisa gunakan pola holding-holding yang sudah ada," kata Wahyu. RNI sendiri diketahui memiliki banyak lahan yang potensial untuk membentuk kawasan industri, rencana ini masih terus berproses dan tengah disiapkan oleh BUMN-BUMN kawasan industri yang ada.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×