Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah pandemi Covid-19 PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) masih terus menjalankan agenda ekspansi yang dimilikinya. Sampai dengan saat ini IPCC telah merealisasikan ekspansi storage yard seluas 2 hektare (ha) dari area Ex-PP.
Selain itu IPCC juga melakukan ekspansi storage yard seluas 1,89 ha dari lahan Ex-DKP yang berada di wilayah Tanjung Priok, serta ekspansi area parking building construction seluas 3,2 ha.
"Untuk pembangunan gedung parkir vertikal 3,2 ha kami membutuhkan dana sebesar Rp 120,5 miliar, perkerasan lahan Ex-DKP 1,89 ha sebesar Rp 31,95 miliar dan perkerasan lahan Ex-PP 2 ha sebesar Rp 21,3 miliar. Jadi total anggaran dana yang dibutuhkan sebesar Rp 173,75 miliar untuk ketiga proyek tersebut," jelas Investor Relation IPCC Reza Priyambada kepada Kontan.co.id, Selasa (15/9).
Dia menambahkan, sampai dengan saat ini dana yang sudah terpakai untuk proyek pembangunan gedung parkir vertikal 3,2 ha sebesar Rp 1,03 miliar, sementara untuk perkerasan lahan Ex-DKP 1,89 ha sebesar Rp 230 juta dan perkerasan lahan Ex-PP 2 ha sebesar Rp 3,5 miliar.
Baca Juga: Indonesia Kendaraan Terminal (IPCC) anggarkan dana Rp 170 miliar untuk ekspansi
Seperti yang diketahui, hingga saat ini IPCC memiliki fasilitas berupa lahan seluas 32 ha. Adapun luas lahan untuk pelayanan internasional mencapai 11,79 ha dengan slot efektif 7.219 unit Completly Built Up (CBU).
Untuk pelayanan internasional lain, ada juga lahan seluas 2,85 Ha, dengan slot efektif 550 unit EQP. Sementara luas lahan untuk pelayanan domestik mencapai 5,17 ha dengan slot efektif 3.925 unit.
"Sejauh ini, ekspansi kami lebih kepada pemeliharaan fasilitas dan penambahan aset, maintenance sistem dan jaringan baik di kantor maupun lapangan yang mendukung kegiatan operasional," kata dia.
Untuk anggaran belanja modal atau capital expenditure yang telah terserap sampai saat ini sebesar Rp 340,4 miliar atau 85% dari yang dianggarkan di tahun ini yaitu sebesar Rp 400,2 miliar. Anggaran tersebut berasal dari internal cash perusahaan dan dari hasil penawaran umum saham perdana (IPO).
Reza menambahkan, terkait dengan prospek bisnis, Direksi beserta manajemen saat ini berupaya untuk memperkuat fundamental Layanan Terminal dan Pengelolaan Perusahaan yang Efektif dan Efisien. Termasuk pada pengendalian biaya yang peruntukannya sesuai dengan kebutuhan operasional Perusahaan.
"Sejumlah hal strategis yang telah disiapkan oleh Direksi baru kami diantaranya, operational excellence yang didukung oleh model operasi dan kemitraan yang clean and clear; sistem ICT yang prima dan organisasi berbasiskan Planning and Control; Diversifikasi bisnis, Terminal to Door dan sebaliknya serta taylor made Layanan Terminal," jelas Reza.
Selain itu, strategic partnership (beraliansi) di dalam pengembangan bisnis terminal kendaraan di masa mendatang baik dengan Terminal Operator kelas dunia maupun Car Maker; dan Organisasi yang agile, efektif, dan efisien yang didukung oleh kompetensi dan keahlian yang memadai.
"Dengan adanya kondisi pandemi seperti saat ini dimana tidak diperkirakan sebelumnya membuat sejumlah asumsi mengalami perubahan. Bahkan, dengan melihat turunnya outlook industri otomotif dan alat berat maka bisa berdampak pada kinerja IPCC," lanjut Reza.
Baca Juga: Indonesia Kendaraan Terminal (IPCC) akan revisi target pendapatan karena Covid-19
Dia bilang, manajemen tengah mengupayakan untuk menjaga kedekatan dengan para pelanggan dan optimalisasi pelayanan bongkar muat di Terminal IPCC. Perbaikan layanan, perbaikan sistem pembayaran, optimalisasi sistem keuangan internal, hingga penyelesaian piutang menjadi target perseroan. Di sisi lain, terhadap car maker baik yang eksisting dan baru tetap diupayakan untuk terjalin kerjasama.
IPCC berharap kegiatan ekonomi dan aktivitas bisnis di fase new normal dapat berjalan baik sehingga nantinya berimbas terhadap kemampuan daya beli masyarakat, terutama terhadap kendaraan.
“Dengan demikian, ketika permintaan kendaraan meningkat maka produksi kendaraan turut meningkat dan dapat berimbas positif pada layanan logistik hingga layanan kendaraan tersebut ke terminal Pelabuhan,” kata manajemen IPCC.
Di sisi lain, upaya komunikasi dengan para stakeholders tetap diupayakan agar tetap terjalin kerjasama bisnis yang saling bermanfaat.
Jumlah kargo kendaraan yang ditangani di terminal IPCC pada bulan Agustus 2020 juga masih menunjukkan perbaikan jika dibandingkan dengan periode Maret-April 2020 yang mengalami penurunan tajam.
Baca Juga: IPCC mencatat penurunan jumlah kargo kendaraan pada Juni 2020
IPCC mengungkapkan, perbaikan jumlah kargo yang ditangani terutama pada segmen general cargo pada bulan Agustus 2020. Pada bulan Agustus, besaran general cargo yang ditangani sebesar 3.807 M3 di terminal Internasional atau naik 33,04% dibandingkan bulan Juli 2020 sebesar 2.862 M3. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.732 M3 merupakan kegiatan ekspor, sedangkan impor turun menjadi 1.075 M3.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, laba bersih IPCC koreksi menjadi rugi Rp Rp 237,78 juta dibandingkan periode yang sama di tahun lalu yang masih tercatat laba bersih Rp 90,57 miliar.
Selain itu, pendapatan IPPC di paruh pertama 2020 capai Rp 175,68 miliar atau anjlok 23,18% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 228,70 miliar.
Penurunan disebabkan lebih rendahnya pendapatan dari segmen Pelayanan Jasa Terminal yang memberikan kontribusi 93,20% terhadap total pendapatan di mana turun 22,56% menjadi Rp164.73 miliar dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 212,72 miliar.
Selanjutnya: Bongkar muat di Indonesia Kendaraan Terminal (IPCC) membaik di bulan Agustus
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News